Sandal Kayu Dan Gelar

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Kisah sandal kayu dan gelar ini merupakan kisah seorang imam besar yaitu Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit atau yang lebih dikenal dengan sebutan imam Hanafi dengan seorang bocah kecil yang miskin yang mengingatkan akan pentingnya kehati-hatian dalam menerima gelar dari masyarakat, walaupun penyematan gelar itu bukan keinginan dari sang imam, tapi, kalau dari pemberian gelar itu membuat anda sombong dan bangga maka tidak mustahil gelar itu yang akan menjerumuskannya kedalam api neraka. Karena pada kenyataannya tidak sedikit diantara orang-orang yang berilmu, yang sangat membanggakan atas penyematan gelar yang dia sandang atas pemberian masyarakat, tetapi walaupun memang itu bukan atas permintaan dirinya, tidak mustahil kesombongan itu akan hinggap pada dirinya, dikala orang-orang mulai mengaguminya. Oleh karena itu hati-hatilah atas penyematan gelar dari masyarakat yang mengagumi anda.


sendal kayu dan gelar


Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.
”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati. Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.


”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.


”Nu’man.” jawab Imam Hanafi


"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘zham (imam agung) itu?”


”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”


"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”


Ulama kaliber yang di ikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.




MORAL STORY :
Seringkali manusia mewaspadai sesuatu yang dampak buruknya kecil tapi mengejar sesuatu yang tanpa sadar dampak buruknya lebih besar baginya.
Berhati-hatilahlah dalam melangkah karena kulit pisang tidaklah menggelincirkan banyak orang dibandingkan jabatan, pujian dan lisan.


Semoga bermanfaat


Indahnya berbagi dalam islam



Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh