Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya - Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya. Di dalam artikel ini kami mencoba menyampaikan informasi lengkap tentang Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya. Kami telah menyusun artikel kali ini dengan seksama. Harapannya melalui artikel ini mampu memahamkan kita semua tentang Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya dengan baik.



Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya


Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya

Pengertian Hadits Mutawatir menurut ahli hadist adalah  Hadis yang setiap tingkatan sanad diriwayatka sejumlah banyak oran rawi yang menurut kebiasaan memustahilkan mereka untuk bersepakat di dalam kebohongan dan dalam meriwayatkan mereka berdasarkan indera.



Syarat – syarat Hadits Mutawatir


1)   Diriwayatkan banyak orang yang tidak mungkin melakukan kesepakatan berbohong. Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah untuk tidak memungkinkan bersepakat dusta.




  1. Abu Thayyib menentukan kekurang – krangnya 4 orang. Hal tersebut dianologikan dengan jumlah saksi oleh hakim dalam pengadilan.

  2. Ashhab al-Syafiy menentukan 5 orang. Hal tersebut dianologikan dengan jumlah para Nabi yang mendapatkan gelar Ulu al-Azmi.

  3. Sebagian ulama menentukan sekurang – kurangnya 20 orang. Hal tersebut berdasarkan ketentuan yang telah difirmankan Allah tentang orang – orang mukmin yang tahan uji, yang dapat mengalahkan orang – orang kafir sejumlah 200 orang.

  4. Ulama yang lain menetapkan jumlah tersebut sekuarang – kurangnya 40 orang.


2)   Jumlah rawi yang banyak tadi ada dalam setiap tingkatan sanad, sejak sanad terbawah sampai sanad teratas.


3)   Materi kabar yang diriwayatkan berdasarkan pada panca indera, seperti ucapan mereka: saya mendengar Rasullah saw bersabda demikian. Hadis Mutawatir tidak boleh terjadi dari hasil analisa atau kesimpulan.


4)   Jumlah rawi yang banyak ini harus terjadi di masa-masa periwayatan, yakni sebelum masa pembukuan hadis.



Hukum Hadits Mutawatir


Hadist Mutawatir menghasilkan suatu kebenaran berita yang menyakinkan, seorang tidak bisa menolak dan meragukan kebenaran berita yang diterimanya secara mutawatir. Seperti tentang adanya Masjidil-Haram di makkah. Demikian pula seseorang yang mendapatkan hadist mutawatir, wajib langsung menerima dan mengamalkan, tidak perlu lagi mempersoalkan keadaan sanad dan rawinya. Hukum hadis mutawatir pasti shahih.



Macam – macam Hadits Mutawatir



  1. Mutawatir lafdzy yaitu hadis yang mutawatir secara lafadh (teks) dan ma’na (pengertian) nya. Semua rawi hadis meriwayatkannya dengan lafadh yang sama, contoh hadits mutawatir : مَنْ كَذَّبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ



  1. Mutawatir ma’nawi yaitu hadis yang mutawatir hanya dalam ma’nanya saja, sedangkan lafadh hadisnya tidak mutawatir. contoh hadits mutawatir : Rasullah saw mengangkat tangan ketika sedang berdoa.


Demikian tadi adalah artikel tentang Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya. Kami berharap yang sedikit ini mampu menambah wawasan kita semua. Juga semoga artikel tentang Pengertian Hadits Mutawatir dan Contohnya ini memberi manfaat untuk kita semua. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang lain jika menurut anda artikel ini akan berguna bagi orang lain juga. Anda juga bisa berlangganan di blog kami melalui email jika anda berkenan. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh