Hadits tentang Ghibah dan Fitnah

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang Hadits tentang Ghibah dan Fitnah. Di dalam artikel ini kami mencoba menyampaikan informasi lengkap tentang Hadits tentang Ghibah dan Fitnah. Kami telah menyusun artikel kali ini dengan seksama. Harapannya melalui artikel ini mampu memahamkan kita semua tentang Hadits tentang Ghibah dan Fitnah dengan baik.



Hadits tentang Ghibah dan Fitnah


Hadits tentang Ghibah dan Fitnah

Ghibah


Bahasa yang sederhana dari ghibah adalah mengumpat, menggunjing, ngerumpi (Ngerumpiin orang lain) atau membicarakan orang lain. Jika menilik makna Ghibah menurut wikipedia adalah demikian


Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, ahlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok


Ghibah adalah termasuk dalam dosa besar sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
(artinya) : “Janganlah sebagian kalian menggunjing/ mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati ? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S.Al Hujurat : 12).


Jika masih belum cukup dengan firman Allah diatas, berikut saya tambahkan dari


Hadits Rasululloh SAW bersabda :
إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا
“Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, (dan juga kehormatan kalian) semua itu adalah haram atas kalian sebagaimana kesucian hari kalian ini (hari ‘Arafah), pada bulan kalian ini dan di negeri kalian yang suci ini.


Masih banyak lagi hadits yang menjelaskan tentang Ghibah ini. Tunggu dulu, tidak semua Ghibah itu tidak diperbolehkan, ada juga Ghibah yang diperbolehkan adapaun dengan tujuan tertentu[1]:




  • Mengadukan kedhaliman

  • Meminta bantuan dalam mengingkari kemungkaran atau mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang benar

  • Meminta Fatwa

  • Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan dan kejahatan seseorang serta menasehati mereka dari bahayanya

  • Orang yang terang-terangan dalam berbuat kefasikan atau kebid’ahan

  • Mengenalkan


Fitnah


Fitnah dengan Ghibah sangat berbeda walaupun tujuannya bisa dibilang mirip. Fitnah adalah membicarakan keburukan orang lain padahal orang yang dibicarakan tidak benar sesuai dengan keburukan yang dibicarakan. Intinya membicarakan keburukan orang lain yang tidak benar demikian. Berikut saya kutipkan dari wikipedia


Fitnah merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat memengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang. Kata “fitnah” diserap dari bahasa Arab, dan pengertian aslinya adalah “cobaan” atau “ujian”.



MAKNA FITNAH SEBENARNYA MENURUT ISLAM


Pasti kita sering mendengar dari ucapan saudara seiman yang bilang “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan” bahkan hadits tersebut sekarang bukan diucapkan oleh orang islam saja, melainkan sudah menjadi sebuah ungkapan yang lumrah di Indonesia oleh agama manapun. Sekali itu membuktikan bahwa Hadits dan Alqur’an memang tiada duanya. Namun dari sisi arti tersebut adalah sebagian besar salah tempat menggunakannya. Karena justru dalam islam fitnah itu lebih kepada cobaan, ujian. Jika menilik azbabun nuzul turunnya ayat tentang fitnah maka sudah jelas tempat kita menggunakan dalil alqur’an selama ini adalah keliru


Al Qur’an surat Al Baqoroh (2) ayat 191 tercantum kalimat “Wal fitnatu asyaddu minal qotli….” yang artinya


“Dan fitnah itu lebih sangat (dosanya) daripada pembunuhan..”.


Kemudian juga di surat Al Baqoroh (2) ayat 217, disebutkan “Wal fitnatu akbaru minal qotli…” yang artinya


“Fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan..”.


Ayat ini turun ketika ada seorang musyrik yang dibunuh oleh muslimin di bulan haram, yakni Rajab. Muslimin menyangka saat itu masih bulan Jumadil Akhir. Sebagaimana diketahui, adalah haram atau dilarang seseorang itu membunuh dan berperang di bulan haram, yakni bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram


Melihat salah seorang kawan mereka dibunuh, kaum musyrikin memprotes dan mendakwakan bahwa Muhammad telah menodai bulan haram. Maka turunlah ayat yang menjelaskan bahwa kemusyrikan dan kekafiran penduduk Makkah yang menyebabkan mereka mengusir muslimin dan menghalangi muslimin untuk beribadah di Baitullah itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang beriman[2]. Untuk lebih detail bisa klik disini



KESIMPULAN


Jika selama ini kita melakukan Ghibah negatif, maka hindarilah untuk jangan mengghibah. Ghibah negatif bukan membuat derajat kita makin tinggi tapi malah sebaliknya.


Selama ini kita sering salah menggunakan dalil Alqur’an tentang Fitnah. Dengan tulisan ini semoga apa yang telah salah kita lakukan bisa kita perbaiki.


Demikian tadi adalah artikel tentang Hadits tentang Ghibah dan Fitnah. Kami berharap yang sedikit ini mampu menambah wawasan kita semua. Juga semoga artikel tentang Hadits tentang Ghibah dan Fitnah ini memberi manfaat untuk kita semua. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang lain jika menurut anda artikel ini akan berguna bagi orang lain juga. Anda juga bisa berlangganan di blog kami melalui email jika anda berkenan. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.


Wallahu A’lam Bishawab


Reference:


http://www.salafy.or.id/
http://hjarshad.blogspot.com/2010/08/pengertian-fitnah-menurut-al-quran-dan.html
http://www.ikhsan.net/apa-itu-ghibah-dan-fitnah/

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh