Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah - Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah. Di dalam artikel ini kami mencoba menyampaikan informasi lengkap tentang Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah. Kami telah menyusun artikel kali ini dengan seksama. Harapannya melalui artikel ini mampu memahamkan kita semua tentang Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah dengan baik.


Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah



Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah


Dinukil dari kitab Tafsir Ibnu Katsir, Dan firman Allah (dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan kesalahan orang) maksudnya ketika kemarahan mereka bangkit maka mereka menahannya, makna menahan adalah menyembunyikan dan tidak melakukannya serta mereka memaafkan hak itu terhadap orang-orang yang berbuat buruk kepada mereka.


وَقَوْلُهُ : ( وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ) أَيْ : إِذَا ثَارَ بِهِمُ الْغَيْظُ كَظَمُوهُ ، بِمَعْنَى : كَتَمُوهُ فَلَمْ يَعْمَلُوهُ وَعَفَوْا مَعَ ذَلِكَ عَمَّنْ أَسَاءَ إِلَيْهِمْ وَقَدْ وَرَدَ فِي بَعْضِ الْآثَارِ : " يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : ابْنَ آدَمَ اذْكُرْنِي إِذَا غَضِبْتَ ، أَذْكُرُكَ إِذَا غَضِبْتُ ، فَلَا أُهْلِكُكَ فِيمَنْ أُهْلِكُ " رَوَاهُ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ


Telah datang dalam sebagian atsar, "Allah berfirman: wahai anak adam, ingatlah kepadaKu ketika engkau marah maka Aku akan mengingatmu ketika Aku marah maka tidaklah Aku membinasakanmu ketika orang-orang dibinasakan." (HR. Abu Hatim).


عَنْ أَبِي عَمْرِو بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللَّهُ عَنْهُ عَذَابَهُ ، وَمَنْ خَزَنَ لِسَانَهُ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ ، وَمَنِ اعْتَذَرَ إِلَى اللَّهِ قَبِلَ عُذْرَهُ " عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ "


Dari abi amr bin anas bin malik dari ayahnya berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : " barang siapa yang mencegah amarahnya maka Allah mencegah siksaan darinya, dan barang siapa menjaga lisannya maka Allah menutupi auratnya, dan barang siapa meminta uzur kepada Allah maka Allah menerima uzurnya." (HR. Abu ya'la).


Dari abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :


"Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang kuat adalah yang bisa menahan dirinya ketika marah." (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).


عَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ ، عَنْ عَمٍّ لَهُ يُقَالُ لَهُ : جَارِيَةُ بْنُ قُدَامَةَ السَّعْدِيُّ ، أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قُلْ لِي قَوْلًا يَنْفَعُنِي وَأَقْلِلْ عَلَيَّ ، لَعَلِّي أَعِيهِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لَا تَغْضَبْ " . فَأَعَادَ عَلَيْهِ حَتَّى أَعَادَ عَلَيْهِ مِرَارًا ، كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ : " لَا تَغْضَبْ"
عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَوْصِنِي . قَالَ : " لَا تَغْضَبْ " . قَالَ الرَّجُلُ : فَفَكَّرْتُ حِينَ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ ، فَإِذَا الْغَضَبُ يَجْمَعُ الشَّرَّ كُلَّهُ .


Dari Ahnaf bin Qais dari pamannya yang bernama Jariyah bin Qudamah as-sa'di, sesungguhnya beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :


"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu kalimat yang memberikanku manfaat, sedikit saja semoga aku bisa menghafalnya."


Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "janganlah engkau marah."
kemudian Rasulullah mengulanginya beberakali kali. (HR. Ahmad).


Dari Humaid bin Abdurrahman dari salah seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,
seorang lelaki berkata kepada Rasul: "wahai Rasulullah, berikanlah wasiyat kepadaku."
Rasul bersabda : "janganlah engkau marah."


Lelaki itu berkata : "kemudian aku memikirkan apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ternyata kemarahan itu mengumpulkan semua keburukan." (HR. Ahmad).


عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ : كَانَ يَسْقِي عَلَى حَوْضٍ لَهُ ، فَجَاءَ قَوْمٌ قَالُوا أَيُّكُمْ يُورِدُ عَلَى أَبِي ذَرٍّ وَيَحْتَسِبُ شَعَرَاتٍ مِنْ رَأْسِهِ فَقَالَ رَجُلٌ : أَنَا . فَجَاءَ الرَّجُلُ فَأَوْرَدَ عَلَيْهِ الْحَوْضَ فَدَقَّهُ ، وَكَانَ أَبُو ذَرٍّ قَائِمًا فَجَلَسَ ، ثُمَّ اضْطَجَعَ ، فَقِيلَ لَهُ : يَا أَبَا ذَرٍّ ، لِمَ جَلَسْتَ ثُمَّ اضْطَجَعْتَ ؟ فَقَالَ : إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَنَا : " إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ"
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ ، فَإِذَا أُغْضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ " .


Abu Dzar dia berkata, "Ketika dia sedang mengambil air di kolam miliknya, datanglah sekelompok orang yang salah seorang dari mereka berkata, "Siapakah di antara kalian yang akan menghampiri Abu Dzar dan mengambil rambut kepalanya?" lalu seseorang berkata, "Saya!" Kemudian laki-laki itu mendatangi Abu Dzar, ia lalu melewati kolam dan memukul airnya. Saat itu Abu Dzar dalam kondisi tegak berdiri, kemudian dia duduk dan berbaring, maka ditanyalah ia, "Wahai Abu Dzar, kenapa kamu duduk kemudian berbaring?" Abu Dzar berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada kami: "Jika salah seorang di antara kalian marah sementara ia sedang berdiri, maka hendaklah ia duduk, jika kemarahan itu reda (itulah yang diharapkan), jika tidak maka hendaklah ia berbaring." (HR.Ahmad).


Rasulullah alaihi wasallam bersabda :


“Sesungguhnya marah itu dari setan dan sesungguhnya setan itu diciptakan dari api, sementara api bisa dipadamkan oleh air. Karena itu, jika salah seorang di antara kalian sedang marah, hendaklah dia berwudhu." (HR Abu Dawud).


عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَبْنَاءِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ مَلَأَهُ اللَّهُ أَمْنًا وَإِيمَانًا ، وَمَنْ تَرَكَ لُبْسَ ثَوْبِ جَمَالٍ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ - قَالَ بِشْرٌ : أَحْسَبُهُ قَالَ : " تَوَاضُعًا " - كَسَاهُ اللَّهُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ، وَمَنْ زَوَّجَ لِلَّهِ كَسَاهُ اللَّهُ تَاجَ الْمُلْكِ "
عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ ، دَعَاهُ اللَّهُ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ ، حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحُورِ شَاءَ "


Dari seorang lelaki dari anak2nya sahabatnya Nabi shallallahu alaihi wasallam dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :


"Barang siapa menahan marah padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah akan memenuhinya keamanan dan keimanan, dan barang siapa meninggalkan pakaian yang bagus padahal dia mampu untuk memakainya - Bisyr berkata; “aku mengira dia berkata :" karena tawadhu "- maka Allah akan memakaikan perhiasan kemualiaan padanya, dan barang siapa menikah karena Allah maka Allah akan memakaikan mahkota raja kepadanya." (HR. Abu dawud).


Dari Sahl bin Mu'adz bin Anas dari ayahnya sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Siapa saja yang menahan marah, padahal dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya pada Hari Kiamat di atas kepala para makhluk hingga dipilihkan baginya bidadari yang dia sukai." (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).


Demikian tadi adalah artikel tentang Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah. Kami berharap yang sedikit ini mampu menambah wawasan kita semua. Juga semoga artikel tentang Hadits Tentang Keutamaan Menahan Amarah ini memberi manfaat untuk kita semua. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang lain jika menurut anda artikel ini akan berguna bagi orang lain juga. Anda juga bisa berlangganan di blog kami melalui email jika anda berkenan. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.
source: spiritmuda.net

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh