19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah

Sponsored Links:
Sponsored Links:

19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah - Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang 19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah. Di dalam artikel ini kami mencoba menyampaikan informasi lengkap tentang 19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah. Kami telah menyusun artikel kali ini dengan seksama. Harapannya melalui artikel ini mampu memahamkan anda tentang 19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah dengan baik.



19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah


19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah

1. “ Danbarang siapa yang terpelihara dari kikir , maka mereka itulah orang-orang yangmemperoleh kemenangan.” ( Al Hasyr , 59 : 9 ) , “ Dan barang siapa yangdipelihara dari kekikiran dirinya , maka mereka itulah orang-orang yangberuntung.” ( At taghaabun , 64 : 16 ) , “ Dan janganlah engkau jadikantanganmu terbelenggu pada tengkukmu ( kikir ) dan jangan ( pula ) engkaubentangkan selebar-lebarnya ( boros ) , karena engkau akan tercela lagimenyesal. “( Al Israa’ , 17 : 29-30 ) , “ Hindarilah kikir , karena kikir itutelah membawa kehancuran orang-orang sebelum kamu “ ( HR.Muslim )


2. “ Dan apasaja yang yang kamu nafkahkan dari pada harta , maka ( kebaikannya ) adalahuntuk diri kamu sendiri.Dan tidaklah kamu nafkahkan sesuatu melainkan karena mengharapkan ridhoAllah. Dan apa saja yangkamu nafkah - kan diantara harta kamu , niscaya disempurnakan Allah balasannyakepadamu sedang kamu tidak dianiaya “ ( Al Baqarah , 2 : 272 dan Al Baqarah , 2 : 207 ) ,

3. “ Dan orang – orang yang didalam hartanya , ada hak yang ditentukan. Bagi orang ( miskin ) yang meminta dan orang ( miskin )yang tidak mau meminta “( Al Ma’aarij, 70 : 24 - 25 ) , “ Bersedekahlah bagiorang – orang fakir yang terikat pada jalan Allah , mereka tidak dapat berusahadi bumi ( mencari penghidupan) ( AlBaqarah , 2 : 273 )

4. “ Kamutidak akan memperoleh kebaikan ( yang sempurna ) , sehingga kamu menafkahkansebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan makasesungguhnya Allah mengetahuinya ” ( Ali Imran , 3 : 92 ) (At Taubah , 9 : 24)

5. Ada tigahal yang termasuk pusaka kebajikan , yaitu : merahasiakan keluhan ,merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh.” ( HR. Athabrani )

6. “ Hanyasesungguhnya orang – orang yang mukmin itu ialah orang – orang yang berimankepada Allah dan rasul-Nya , kemudian merekatiada ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta dan diri mereka pada jalanAllah. Mereka itulahorang – orang yang benar “ ( Al Hujuraat , 49 : 15 )

7. “Ketahuilah sesungguhnya ( nafkah itu ) adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekat diri ( kepada Allah ). Allahakan memasukkan mereka kedalam rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Penganpunlagi Maha Penyayang .” ( At Taubah , 9 : 99 )

8. “ Haiorang – orang yang beriman , maukah kamu Aku tunjukan kepada kamu suatuperniagaan yang dapat menyelamatkan kamudari azab yang pedih ? , ( Hendaklah ) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjuangpada jalan Allah dengan harta dan diri kamu , Demikian itu adalah lebih baikbagi kamu jika kamu mengetahui.” ( Ash Shaff , 61 : 10 – 11 )

9. “ Danjanganlah engkau memberi karena hendak memperoleh yang lebih banyak “( AlMuddatsir , 74 : 6 ) ( Ikhlaskan pemberian -mu karena Allah & ridho-Nya ,akan dilebihkan atau tidak – serahkan kepada-Nya , jangan berharap kepada manusia !! )

10. “ Danmereka bertanya kepada mu tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah , “ Kelebihan dari keperluan “ Demikianlah Allah SWT. menerangkan ayat-ayatNya kepada kamu supaya kamu berfikir” ( Al Baqarah , 2 : 219 )

11. “ Ada tigaperkara , barang siapa berada dalam perkara tersebut maka ia munafiq sekalipun iaberpuasa , sembahyang , sudah haji umrah bahkan mengatakan : “ Sesungguh-nyaaku ini orang islam “. Orang tersebut yaitu : (1) Apabila ia berbicara ia berdusta, (2) apabila berjanji mungkir dan(3) apabila diberi amanah berhianat. ( HR. Muslim dan HR.Bukhari ) , ( Melanggar Janji = Munafiq ,menghianati amanah = munafiq = An Nisaa, 4 : 142 , At Taubah , 9 : 68 , AnNisaa , 4 : 145. ) ,
12. “ Sesungguhnya orang-orangyang mengelola harta Allah dengan tidak benar maka bagi mereka api neraka padahari kiamat. “ (HR. Al Bukhari )

13. “ Apa sajayang kamu nafkahkan pada jalan Allah , niscaya akan dibalaskan dengancukup kepada-mu dan kamu tidak akan dianiaya.” ( Al An Faal , 8 : 60 ) , “Tidak kurang harta karena sodaqoh. ” (HR. Muslim )

14. “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah , adalahseumpama sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai , pada tiap-tiap tangkaiitu berisi seratus biji. Dan Allah melipat gandakan bagi siapa yangdikehendaki-Nya , dan Allah Maha Luas ( karunia-NYA ) lagi Maha Mengetahui.” ( Al Baqarah, 2 : 261 )

15. “ Danperumpaman orang – orang yang menafkahkan hartanya karena mengharap - kankeridhaan Allah dan untuk menetapkan (keimanan ) didalam hatinya , adalahseperti sebidang kebun terletak pada dataran tinggi , ditimpa hujanlebat , maka kebun itu menghasilkanbuahnya dua kali lipat. Maka jika hujan lebat tidak menyiraminya , maka ( disiram ) hujan gerimis. Dan Allah MahaMelihat apa yang kamu kerjakan.” ( AlBaqarah , 2 : 265 )

16. “ Siapayang meminjamkankan kepada Allah dengan pinjaman yang baik ( ket : Infaq ,sodaqoh , sumbangan-sumbangan lain dijalan Allah ) , maka Allah akan melipat ganda - kannya dan pahala yang muliabaginya “ ( Al Hadiid , 57 : 11 & 18, At Taghaabun , 64 : 17 , Al Baqarah , 2 : 245 )

17.

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُ ۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَا‌ۖوَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَايُظۡلَمُونَ (١٦٠)

Barangsiapa membawa amal yang baik makabaginya [pahala] SEPULUH KALI LIPAT amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka diatidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang merekasedikitpun tidak dianiaya [dirugikan]. (160) ( Al An’aam/6 : 160)

“ Barang siapa yang datang dengan perbuatan baik , maka bagi-nya ( pahala )sepuluh kali lipat “ ( Al An’aam, 6 : 160 , Al Baqarah , 2 : 261 = 700 kali lipat ) , “ Siapa yang mau memberi pinjaman kepadaAllah , pinjaman yang baik ( menafkahkan hartanya dijalan Alla ) , maka Allah akan memperlipat-gandakanpembayaran kepada-nya dengan lipat ganda yang banyak sekali . Dan Allah sanggupmempersulit dan melapangkan ( rezeki ).Dan kepada-nya lah kamu dikembalikan. “( Al Baqaroh , 2 : 245 ) , (dan kalau Allah berkehendakbisa sampai tanpa batas )

"SesungguhnyaAllah telah menetapkan kebaikan-kebaikan dan keburukan, lalu menguraikannya;barang siapa yang berkeinginan melakukan suatu amal baik, sementara ia belumdapat melakukannya maka baginya pahala yang sempurna. Jiak ia sampaimengamalkannya maka Allah akan memeberikan pahala sepuluh kebaikan, sampaiberlipat tujuh ratus kebaikan, bahkan lebih banyak. Jika ia berkeinginanmelakukan suatu kejahatan sementara ia tidak melakukannya maka baginya pahalasatu kebaikan penuh. Dan jika berkeinginan melakukan suatu kejahatan dan iamelakukannya maka baginya satu ganjaran keburukan."(Bukhari-Muslim)

18. “ Maka berlomba-lombalah kamu berbuatkebaikan “ ( Al Maa-idah , 5 : 48 , Al Baqarah , 2 :148 )

19. “ Danbersabarlah , karena sesungguh - nya Allah tidak menyia-nyiakan pahalaorang-orang yang berbuat kebaikan.” (Huud , 11 : 115 , 117 ) ( Al Baqarah , 2 :277 )

Demikian tadi adalah artikel tentang 19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah. Kami berharap yang sedikit ini mampu menambah wawasan kita semua. Juga semoga artikel tentang 19 Ayat Al Quran dan Hadits tentang Membelanjakan Harta di Jalan Allah ini memberi manfaat untuk kita semua. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang lain jika menurut anda artikel ini akan berguna bagi orang lain juga. Anda juga bisa berlangganan di blog kami melalui email jika anda berkenan. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh