Kebersihan Sebagian Dari Iman
Kebersihan Sebagian Dari Iman - Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang istilah Kebersihan Sebagian dari Iman. Di dalam artikel ini kami mencoba menyampaikan informasi lengkap tentang istilah Kebersihan Sebagian dari Iman. Kami telah menyusun artikel kali ini dengan seksama. Harapannya melalui artikel ini kami mampu memahamkan anda tentang makna Kebersihan Sebagian dari Iman dengan baik.
Kebersihan Sebagian dari Iman, Bukan Hadits?
Ada yang bertanya soal kalimat, "Kebersihan Sebagian dari Iman", yang seringkali disebut sebagai hadits Nabi SAW. Ustadz Muhammad Shiddiq Al-Jawi menyatakan bahwa hal itu bukanlah hadits Nabi.
Ungkapan "Kebersihan Sebagian Dari Iman" (Arab :an-nazhaafatu minal iimaan) sebenarnya bukanlah hadits Nabi SAW, namun hanya sekedar peribahasa atau kata mutiara yang baik atau Islami.
Ringkasnya, jika ditinjau apakah ungkapan itu hadits Nabi SAW atau bukan, jawabnya bukan hadits Nabi SAW. Sebab tidak terdapat hadits berbunyi demikian dalam berbagai kitab hadits yang ada, sejauh pengetahuan kami. Namun kalau ditinjau apakah ungkapan itu Islami atau tidak, jawabnya Islami. Sebab ungkapan itu didukung oleh sebuah hadits hasan seperti yang akan kami sebutkan.
Memang, ada hadits sahih dari Nabi SAW yang mirip dengan kalimat "Kebersihan Sebagian Dari Iman". Hadits itu adalah sabda Nabi SAW yang berbunyi,"Ath-thahuuru syatrul iimaan" (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi) (Lihat Imam As-Suyuthi,Al-Jami Ash-Shaghir, II/57; Imam Al-Qazwini,Bingkisan Seberkas 77 Cabang Iman (Terj. Mukhtashar Syuabul Iman Li Al-Imam Baihaqi), hal. 66-67).
Namun arti hadits Nabi tersebut adalah,"Bersuci [thaharah] itu setengah daripada iman." Kata ath-thahuuru dalam hadits itu artinya tiada lain adalah bersuci (ath-thaharah), bukan kebersihan (an-nazhafah), meskipun patut diketahui ath-thaharah secara makna bahasa artinya memang kebersihan [an-nazhaafah] (Taqiyuddin al-Husaini,Kifayatul Akhyar, I/6). Tetapi dalam ushul fiqih terdapat kaidah bahwa arti asal suatu kata dalam al-Qur`an dan Al-Hadits adalah arti terminologis (makna syari), bukan arti etimologis (makna bahasa). Imam Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabAsy-Syakhshiyyah Al-IslamiyahJuz III hal. 174 menyebutkan kaidah ushul fiqih yang berbunyi :
Al-Ashlu fi dalalah an-nushush asy-syariyah huwa al-mana asy-syariy--"Arti asal nash-nash syariah [Al-Qur`an dan As-Sunnah] adalah makna syari."
Karenanya hadis Nabi SAW di atas hendaknya diartikan "Bersuci itu setengah daripada iman", dan bukannya "Kebersihan itu sebagian daripada iman."
Suci dan bersih itu berbeda. Suci (thahir) adalah keadaan tanpa najis dan hadas, baik hadas besar maupun hadas kecil, pada badan, pakaian, tempat, air, dan sebagainya. Bersuci (thaharah) adalah aktivitas seseorang untuk mencapai kondisi suci itu, misalnya berwudhu, tayammum, atau mandi junub. (Taqiyuddin al-Husaini,Kifayatul Akhyar, I/6). Sedang bersih (nazhif) adalah lawan dari kotor yaitu keadaan sesuatu tanpa kotoran. Sesuatu yang kotor bisa saja suci, meski ini tentu kurang afdhol. Sajadah yang lama tidak dicuci adalah kotor. Tapi tetap disebut suci selama kotoran yang menempel hanya sekedar debu atau daki, bukan najis seperti kotoran binatang.
Demikian pula sesuatu yang bersih juga tidak otomatis suci. Seorang muslim yang berhadats besar (misal karena haid atau berhubungan seksual) bisa saja tubuhnya bersih sekali karena mandi dengan sabun anti kuman atau desinfektan. Tapi selama dia tidak meniatkan mandi junub, dia tetaplah tidak suci alias masih berhadas besar.
Walhasil, suci atau bersuci berkaitan dengan keyakinan seorang muslim, yang sifatnya tidak universal. Maksudnya hanya menjadi pandangan khas di kalangan umat Islam. Sedang bersih atau kebersihan berkaitan dengan fakta empiris yang universal, yaitu diakui baik oleh umat Islam maupun umat non Islam.
Kembali ke masalah hadits di atas. Kesimpulannya, yang ada adalah hadits Nabi SAW yang berarti "Bersuci Adalah Sebagian Dari Iman", dan bukan " Kebersihan Sebagian Dari Iman."
Namun demikian, kalimat " Kebersihan Sebagian Dari Iman" merupakan ungkapan yang baik (Islami), karena didukung sebuah hadits yang menurut Imam Suyuthi berstatus hasan, yakni sabda Nabi SAW :"Sesungguhnya Allah Taala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi."(HR. Tirmidzi) (Lihat Imam As-Suyuthi,Al-Jami Ash-Shaghir, I/70; Muhammad Faiz Almath,1100 Hadits Terpilih, [Jakarta : GIP], cetakan keenam, 1993, hal. 311).
Hadits di atas menunjukkan bahwa kebersihan (an-nazhafah) merupakan sesuatu yang dicintai Allah SWT. Maka dari itu ungkapan " Kebersihan Sebagian Dari Iman" kami katakan sebagai ungkapan yang baik atau Islami karena ada dasarnya dalam Islam yaitu hadits riwayat Tirmidzi di atas. Ungkapan itu dapat diberi arti, bahwa menjaga kebersihan segala sesuatu merupakan bukti atau buah keimanan seorang muslim, karena dia telah beriman bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Mahabersih (nazhiif). Wallahu alam.
Pendapat ulama lain tentang "Kebersihan Sebagian dari Iman"
Lajnah Da’imah (semacam komisi Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia, yang di ketuai saat itu oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah, pernah ditanya tentang status hadits ini.(النظافةمنالإيمان)
Mereka menjawab:
“Apa yang Anda sebutkan secara global, bukanlah hadits dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, itu hanyalah perkataan yang meluncur dari lisan manusia.”
(Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiah wal Ifta’)
Syaikh ‘Athiyah Shaqr Rahimahullah –mufti Mesir pada masanya- menjelaskan ketika Beliau ditanya tentang ucapan di atas:
Ada pun lafaz yang disebutkan dalam pertanyaan, dan sering keluar dari lisan manusia, ini bukanlah hadits yang datang dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sesungguhnya riwayat tentang nilai kebersihan dari nabi ada dalam bentuk kalimat yang lain.
(Fatawa Al Azhar, 8/256)
Sedangkan Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengomentari ucapan tersebut: “bukan hadits nabi”
(Fatawa Asy Syabkah Al Islamiyah, No. 32475)
Catatan:
Walau pun ucapan ini bukanlah hadits. Namun, Islam adalah agama yang mengajak dan mencintai kebersihan dan keindahan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah juga angkat bicara:
Ada pun (Kebersihan sebagian dari Iman), ini bukanlah hadits, tetapi secara makna adalah benar karena agama Islam menyeru kepada kebersihan. (Fatawa Nur ‘Ala Ad Darb, 111/92)
Hal ini ditegaskan dalam hadits-hadits shahih sebagai berikut:
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu indah, dan mencintai keindahan.”
(HR. Muslim, Bab Tahrim Al Kibr wa Bayanihi, No. 91. At Tirmdzi, Bab Maa Ja’a fi Al Kibr, No. 2067. Katanya: hasan shahih gharib. Ahmad No. 3600. Ibnu Hibban, Bab No. 5466)
Juga, dari Abu Malik Al Asy’ari Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Kesucian adalah sebagian dari iman.”
(HR. Muslim, Bab Fadhl Al Wudhu, No. 223. Ahmad No. 21834. Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf, No. 3. Ad Darimi No. 653)
Hadits ini memiliki perbedaan makna dengan, “Kebersihan sebagian dari iman.” Seorang manusia bisa bersih dengan mandi, menggunakan pakaian baru, dan lain-lain. Namun itu semua hanya bersih, bukan suci. Oleh karena itu kebersihan bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk orang kafir. Sedangkan kesucian, hanyalah milik muslim, karena mereka wudhu, mandi wajib, dan tayammum, oleh karena itu wajar jika kesucian adalah bagian dari iman. Sedangkan, kebersihan belum tentu bagian dari iman, karena orang kafir juga bisa bersih-bersih.
Demikian tadi dalah artikel tentang istilah Kebersihan Sebagian dari Iman. Kami berharap yang sedikit ini mampu menambah wawasan kita semua. Juga semoga artikel tentang Kebersihan Sebagian dari Iman ini memberi manfaat untuk kita semua. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang lain jika menurut anda artikel ini akan berguna bagi orang lain juga. Anda juga bisa berlangganan di blog kami melalui email jika anda berkenan. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.
lengkap
ReplyDeletesiiiiiipppppp