Jika Suami Tidak Mau Shalat Jumat

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Bagaimana Jika Suami Tidak Mau Shalat Jumat? Problematika ummat muslim sedunia sangatlah kompleks. Dari hal sederhana hingga yang paling rumit. Dari level rumah tangga sampai level antar negara. Salah satu problematika rumahtangga adalah Jika Suami Tidak Mau Shalat Jumat. Ini kelihatannya simple, tapi sebenarnya sangat besar impactnya terhadap keluarga dan masyarakat. Jika anda mempunyai seorang suami yang tidak mau diajak shalat jumat, berikut ini ada nasihat dari  Ustadz Dr. Wido Supraha.


Jika Suami Tidak Mau Shalat Jumat



Jika Suami Tidak Mau Shalat Jumat


Secara umum, manusia yang tidak mau menjalankan syariat Islam boleh jadi karena alasan berikut ini:
1. Malas dan kurangnya motivasi
2. Jahil, tidak memiliki ilmu
3. Cinta Dunia berlebih yang menjadikannya prioritas hidup
4. Lupa akan persiapan kematian


Selama ia masih meyakini bahwa Shalat Jumat adalah wajib, maka ia dihukumi masih tetap memiliki iman. Oleh karenanya, wajib bagi istri, anak, orang tua, sahabat untuk terus memberikan mau'izhah hasanah agar bertambah imannya dan terbakar motivasinya, dan dunia menjadi kecil baginya yg ia letakkan cukup dalam genggaman tangannya, dan ia menyusun amal persiapan untuk hari setelag kematiannya.


Proses ber-Islam-nya seseorang adalah diawali dengan mengetahui hakikat, berma'rifat, hingga ia siap bersyari'at. Pada saat itu, syari'at bagi dirinya adalah kebutuhan dari sekedar kewajiban. Konsentrasi hidupnya adalah untuk meningkatkan maqamnya dari sekedar memenuhi kewajiban.


Nasihat saya kepada Ibu dalam posisi sebagai istri (jika laki-laki itu adalah suami ibu) adalah hendaknya Ibu menjadi wanita yang taat kepada seluruh perintah suami, sentiasa berwajah terbaik dan berpenampilan menarik di hadapan dan dekatnya, melayaninya secara optimal dalam urusan suami istri, dan selalu berbicara singkat, terbatas, sering, tidak berulang dalam waktu dekat, dan seluruhnya dilakukan dengan lemah lembut.


Setelahnya, mintalah suami mengantarkan ibu ke majelis ilmu yg bisa dihadiri suami dan istri berdua, cukup minta ia mengantarkan dan menjemput ibu. Setelahnya, mintalah ia mengantarkan ibu mencari buku-buku Islami bersama-sama, dan kemudian beritirahatlah sambil makan atau minum bersama dan sambil mendiskusikan buku-buku yg dilihat, dibaca atau dibeli. Sentiasa genggam tangan suami dalam setiap langkah di luar rumah.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh