Jika Diundang Yasinan dan Tahlilan, Harus Bagaimana?
Jika Diundang Yasinan dan Tahlilan, Harus Bagaimana? Ini penting untuk dibahas dan diketahui bersama. Jika diundang yasinan dan tahlilan, apakah kita harus menerima undangan ataukah menolaknya? Setiap sikap akan mendapatkan konsekuensi sendiri. Jika kita salah langkah, maka akan kacau dakwah dan kehidupan sosial nanti. Berkut ini adalah sebuah ulasan dari Ustadzah Indra Asih tentang sikap jika diundang yasinan dan tahlilan.
Jika Diundang Yasinan dan Tahlilan
Kalau sekedar mengatakan bahwa perayaan tahlilan atau yasinan tidak ada ajaran atau anjurannya dari Rasulullah SAW, sepertinya semua pihak pasti sepakat. Nyatanya memang tidak ada satu pun hadits shahih, bahkan tidak juga hadits palsu, yang menyebutkan bahwa ada ritual seperti urusan tahilan 3 hari kematian, 7 hari atau 40 hari. Semua itu memang tidak kita temui contoh langsung dari Rasulullah SAW.
Tapi masalahnya, bagaimana cara mensosialisasikan pengertian ini di tengah saudara2 yang sudah dicecoki doktrin tahlilan dan praktek sejenisnya? Padahal mereka sudah berpikir demikian sejak dahulu?
Memang benar bahwa yang menjadi masalah adalah tinggal tehnik berdakwah.
Masalahnya, saudara-saudara kita justru tidak pernah sepakat dalam tehnik berdakwah. Ada yang cenderung dengan jurus sekali sikat, pokoknya bid'ah, sesat dan masuk neraka, titik dan habis perkara
Memang harus diakui bahwa masalah yasinan, tahlilan dan maulidan ini memang mencakup wilayah perbedaan pendapat yang sangat ekstrim. Di tengah masyarakat berkembang beberapa pandangan yang berbeda. Ada yang yang mewajibkan, menyunnahkan, memubahkan, memakruhkan hingga yang mengharamkan.
Tentu saja masing-masing pihak datang tidak sekedar dengan kesimpulan akhirnya. Mereka bahkan datang dengan sekian banyak hujjah, istidlal, argumentasi serta latar belakang manhaj fiqihnya.
Demikianlah sebuah saran atau masukan tentang sikap kita jika diundang yasinan dan tahlilan. Semoga kita semua bisa mengambil sikap yang bijak dan benar. Aamiin.
Comments
Post a Comment