Hakikat Hidup Manusia Menurut Islam
Kali ini kita akan membahas tentang Hakikat Hidup Manusia Menurut Islam. Kekacauan yang terjadi di bumi ini adalah karena banyak sekali manusia yang tidak mengerti Hakikat Hidup Manusia Menurut Islam. Orang banyak berbuat semena-mena karena merasa tidak peduli kepada orang lain. Dengan memahami Hakikat Hidup Manusia Menurut Islam, maka seharusnya kehidupan dunia ini jadi lebih baik. Berikut ini adalah sebuah ulasan tentang Hakikat Hidup Manusia Menurut Islam oleh Ustadzah Dra. Indra Asih.
Hakikat Hidup Manusia Menurut Islam
Diriwayatkan oleh At-Tirmizi dan Muslim dari Amru bin Maimun r.a bahwa pada suatu hari Rasulullah s.a.w telah menyampaikan pelajarannya kepada seorang lelaki, dengan sabdanya yang berarti:
Rebutlah peluang lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain, yaitu :
* Masa mudamu sebelum datangnya hari tua,
* Masa sehatmu sebelum engkau dilanda sakit,
* Masa kayamu sebelum engkau jatuh papa,
* Masa lapangmu sebelum datangnya waktu sibuk
* Masa hidupmu sebelum datang saat kematian.
Isilah kehidupan kita dengan hal-hal yang bermanfaat bagi akhirat kita.
Seluruh masa muda mesti dipenuhi dengan hal yang selayaknya dikerjakan sebagai seorang mukmin, baik di bidang ilmu dan amal, pasti akan menjadikan masa tua yang penuh kebahagiaan.
Jika tidak, maka Allah SWT telah mengingatkan hamba-Nya dengan firman-Nya yang berarti:
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putus."
( Qs.At-Tin : 4 - 6 )
Kehidupan yang singkat sewaktu di dunia ini adalah kesempatan yang mesti dihargai. Jika kehidupan ini tidak diisi sepenuhnya untuk mengumpulkan bekal, karena kelalaian oleh kenikmatan harta benda yang tidak seberapa, maka kesempatan kedua tidak akan ada lagi.
Di dalam Al-Quran telah digambarkan:
"Ya Tuhan Kami. Kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal yang soleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin."
( Qs.As-Sajadah : 12)
Demikianlah penyesalan orang-orang yang lalai akan kehidupan di dunia. Mereka memohon kepadaa Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal yang soleh, ketika mereka melihat dengan mata kepala sendiri datangnya hari akhirat, seperti yang dikhabarkan oleh Rasul SAW sewaktu di dunia dahulu.
Itulah hakikat kehidupan yang disebut sebagai
*'Ad-Dunya Darul Amal, Wal-Akhiratul Darul Jaza' -*
Kehidupan/dunia sebagai arena melakukan amal dan sebagai gerak untuk amal, sementara akhirat itu adalah tempat untuk menerima pembalasan.
Jika kehidupan di dunia yang singkat waktunya ini terlalai dengan kenikmatan yang sementara, penyesalan akan menunggu di akhirat.
Mudah-mudahan kehidupan kita ini kaya dengan ilmu, dihiasi dengan keindahan budi pekerti, dimuliakan dengan ketakwaan dan dibaguskan dengan kesehatan.
Comments
Post a Comment