14 Hadits tentang Dakwah

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Hadits tentang Dakwah - Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang Hadits tentang Dakwah. Di dalam artikel ini kami mencoba menyampaikan informasi lengkap tentang Hadits tentang Dakwah. Kami telah menyusun artikel kali ini dengan seksama. Harapannya melalui artikel ini mampu memahamkan kita semua tentang Hadits tentang Dakwah dengan baik.


hadits tentang dakwah



Hadits tentang Dakwah


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ


Barang siapa yang melihat kemunkaran, maka hendaklah ia rubah dengan tangannya, lalu jika tidak mampu dengan lesannya, lalu jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman. HR Muslim, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِر


سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب ، ورجل قال إلى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله


Dari Abu Said Al Khudzriy dari Rasulullah saw: Jihad yang paling utama adalah kalimatul haq (kalimat yang benar) di hadapan penguasa yang zhalim. HR Abu Daud, At Tirmidzi dan An Nasa’iy. Pemimpin para syuhada adalah Hamzah dan seorang laku-laki yang berdiri di hadapan imam yang zhalim, ia menyuruh dan melarangnya lalu membunuhnya. HR At Tirmidzi, Al Hakim
مَثَلُ القَائِمِ في حُدُودِ اللهِ وَالوَاقعِ فِيهَا ، كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَصَارَ بَعْضُهُمْ أعْلاها وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، وَكَانَ الَّذِينَ في أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقهُمْ ، فَقَالُوا : لَوْ أنَّا خَرَقْنَا في نَصِيبِنَا خَرْقاً وَلَمْ نُؤذِ مَنْ فَوقَنَا ، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أرَادُوا هَلَكُوا جَميعاً ، وَإنْ أخَذُوا عَلَى أيدِيهِمْ نَجَوا وَنَجَوْا جَميعاً )) رواه البخاري


Dari An Nu’man bin Basyir dari Nabi Muhammad saw bersabda: Perumpamaan orang yang menegakkan batas-batas Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti orang yang berada di atas kapal, ada yang di atas dan ada sebagian di bawah. Maka orang yang ada di bawah jika hendak mengambil air harus melewati orang yang ada di atasnya. Lalu mereka berkata: Coba kalau kita lubangi saja di bagian kita ini sehingga tidak mengganggu orang yang ada di atas kita. Jika mereka dibiarkan dengan keinginannya maka mereka akan binasa semua. Dan jika dicegah maka mereka akan selamat semua. HR Al Bukhari.
مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ صحيح مسلم – (ج 1 / ص 221)


Dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: Tidak ada seorang nabipun yang Allah utus pada umat sebelumku kecuali ada di antara umatnya yang menjadi pengikut setia dan para sahabat yang mengambil sunnahnya, meneladani perintahnya. Kemudian pengganti sesudahnya adalah pengganti yang mengatakan apa yang tidak dilakukan, melakukan apa yang tidak diperintahkan. Barang siapa melawannya dengan tangannya maka ia beriman, dan barang siapa melawannya dengan lesannya maka ia orang mukmin, dan barang siapa melawannya dengan hatinya maka ia orang mukmin, dan setelah itu tidak ada lagi keimanan meskipun sebiji sayur. HR Muslim.
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ سنن الترمذى – (ج 8 / ص 335)


Dari Hudzaifah ra dari Nabi Muhammad saw bersabda: Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh kamu akan memerintahkan yang ma’ruf mencegah yang munkar, atau sebentar lagi Allah turunkan adzab dari-Nya, kemudian kamu berdo’a lalu tidak dikabulkan. HR At Tirmidzi.
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَحْقِرَنَّ أَحَدُكُمْ نَفْسَهُ إِذَا رَأَى أَمْرًا لِلَّهِ عَلَيْهِ فِيهِ مَقَالاً فَلاَ يَقُولُ بِهِ فَيَلْقَى اللَّهَ وَقَدْ أَضَاعَ ذَلِكَ فَيَقُولُ مَا مَنَعَكَ فَيَقُولُ خَشِيتُ النَّاسَ. فَيَقُولُ أَنَا كُنْتُ أَحَقَّ أَنْ تَخْشَى


Dari Abu Said Al Khudzriy ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Janganlah seseorang merendahkan dirinya sendiri. Mereka bertanya: Ya Rasulullah bagaimana seseorang menghina dirinya sendiri? Jawab Nabi: Ia tahu bahwa Allah memerintahkan kepadanya, kemudian ia tidak mengakuinya, lalu Allah swt berfirman di hari kiamat: apa yang menghalangimu mengatakan ini-ini. Ia menjawab: Takut manusia. Lalu Allah berfirman: Hanya kepada-Ku kamu berhak takut. HR, Ibnu Majah.
بايَعْتُ رسول الله -صلى الله عليه وسلم- على السمع والطاعة. فَلَقَّنَنِي : فيما استطعتَ ، والنصحَ لكل مسلم


Dari Jarir ra berkata: Aku berbaiat kepada Nabi untuk mendengar dan taat, lalu Nabi menuntunku : Sesuai dengan kemampuanmu, dan menasehati setiap muslim. HR Al Bukhari dan Muslim
إِنَّ أَوَّلَ مَا دَخَلَ النَّقْصُ عَلَى بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَ الرَّجُلُ يَلْقَى الرَّجُلَ فَيَقُولُ يَا هَذَا اتَّقِّ اللَّهَ وَدَعْ مَا تَصْنَعُ فَإِنَّهُ لاَ يَحِلُّ لَكَ ثُمَّ يَلْقَاهُ مِنَ الْغَدِ فَلاَ يَمْنَعُهُ ذَلِكَ أَنْ يَكُونَ أَكِيلَهُ وَشَرِيبَهُ وَقَعِيدَهُ فَلَمَّا فَعَلُوا ذَلِكَ ضَرَبَ اللَّهُ قُلُوبَ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ ثُمَّ قَالَ (لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِى إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ) ثُمَّ قَالَ كَلاَّ وَاللَّهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ وَلَتَأْخُذُنَّ عَلَى يَدِ الظَّالِمِ وَلَتَأْطُرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ أَطْرًا


Dari Ibnu Mas’ud ra berkata: Rasululllah saw bersabda: Kekurangan pertama yang dialami Bani Israil adalah teguran seorang yang bertemu dengan orang lain: “Apa-apaan ini, takutlah kepada Allah dan tinggalkan apa yang kamu lakukan, karena itu tidak halal bagimu. Kemudian keesokan harinya bertemu lagi dengan kondisi seperti kemarin, lalu tidak melarangnya, karena sudahmenjadi teman makannya, minumnya dan duduk bersama. Maka ketika mereka melakukan hal ini Allah timpakan permusuhan hati satu sama lain, lalu membaca:
Lalu mengatakan: Jangan demikian, Demi Allah, sungguh kamu menyuruh yang ma’ruf mencegah yang munkar, menangkap tangan orang zhalim, dan meluruskannya di atas al hak dengan betul-betul lurus. HR Abu Daud dan At Tirmidzi.


Dari Abu Bakar as Shiddiq ra berkata: Wahai manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini :
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu Telah mendapat petunjuk”.[4] (QS. Al Maidah: 105)


Dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda:


إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ


Sesungguhnya manusia itu ketika melihat kezahaliman lalu tidak menahan tangan orang zhalim itu, maka sebentar lagi Allah akan ratakan atas mereka adzab dari-Nya. HR Abu Daud, dan At Tirmidzi, dan mengatakan: hadits hasan, shahih. Ibnu Majah, An Nasa’iy, Ibnu Hibban, dalam shahihnya.


تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ صحيح مسلم – (ج 1 / ص 464)


Dari Hudzaifah bin Yaman ra berkata: Ditampakkan fitnah ke dalam hati seperti anyaman tikar, selembar-selembar. Hati yang menerimanya akan ada noda hiram di hatinya. Dan hatiyang menolak akan ada titik putih sehingga dua hati itu menjadi: Hati yang putih seperti batu licin dan bersih tidak terpengaruh fitnah selama masih ada langit dan bumi. Dan hati yang hitam kelam tidak mengenal yang ma’ruf dan tidak mengingkari yang munkar, kecuali yang disenangi nafsunya. HR. Muslim dll.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا رَأَيْتَ أُمَّتِى تَهَابُ الظَّالِمَ أَنْ تَقُولَ لَهُ أَنْتَ ظَالِمٌ فَقَدْ تُوُدِّعَ مِنْهُمْ مسند أحمد – (ج 14 / ص 488)


Dari Abdullah bin Umar ra, dari Nabi Muhammad saw bersabda: Jika kamu melihat umatku berani mengatakan kepada orang zhalim: “Wahai zhalim. Maka ia telah berpisah dengannya. HR Al Hakim dan berkata: Hadits shahihul isnad.
أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم ، بخصال من الخير: …. وَأوْصَاني أنْ لا أخَافُ في اللهِ لَوْمَةَ لائِمٍ ، وَأوْصَاني أنْ أَقُوْلَ الحَقَّ وَإنْ كانَ مُرًّا صحيح ابن حبان – (ج 2 / ص 389)


Dari Abu Dzarr ra berkata: Kekasihku berwasiat kepadaku beberapa kebaikan. Ia berwasiat kepadaku agar tidak takut karena Allah celaan orang yang mencela, dan berwasiat kepadaku agar berkata benar meskipun pahit. HR Ibnu Hibban.
عن ابن عباس ، رفعه إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : « ليس منا من لم يوقر الكبير ، ويرحم الصغير ، ويأمر بالمعروف ، وينه عن المنكر » صحيح ابن حبان – (ج 2 / ص 420)


Dari Ibnu Abbas ra dari Nabi Muhammad saw bersabda: Tidak termasuk umatku orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua, menyuruh yang ma’ruf dan melarang yang munkar. HR Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Hibban
عن أبي هريرة رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : الإسلام أن تَعْبُدَ اللهَ لا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَ تُقِيْمَ الصَّلاةَ وَ تُؤْتيَِ الزَّكاةَ وَ تَصُوْمَ رَمَضانَ وَ تَحُجَّ البَيْتَ وَ الأمْرَ بالمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيَ عَنِ المُنْكَرِ وَ تَسْلِيمَكَ عَلَى أَهْلِكَ فَمَنِ انتَقَصَ شَيْئًا مِنْهُنَّ فَهُوَ سَهْمٌ مِنَ الإسْلامِ يَدَعُهُ وَ َمنْ تَرَكَهُنَّ فَقَدْ وَلَى الإسْلامَ ظَهْرَهُ المستدرك – (ج 1 / ص 70)


Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad berkata: Islam adalah engkau menyembah Allah tidak mensekutukan dengan apapun, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa ramadhan, haji, amar ma’ruf nahi munkar, memberi salam kepada keluarga. Maka barang siapa yang kurang, maka ia meninggalkan anak panah Islam, dan barang siapa meninggalkan semuanya maka ia telah menjadikan Islam di balik punggungnya. HR. Al Hakim.


Demikian tadi dalah artikel tentang Hadits tentang Dakwah. Kami berharap yang sedikit ini mampu menambah wawasan kita semua. Juga semoga artikel tentang Hadits tentang Dakwah ini memberi manfaat untuk kita semua. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang lain jika menurut anda artikel ini akan berguna bagi orang lain juga. Anda juga bisa berlangganan di blog kami melalui email jika anda berkenan. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh