Sex Education pada Anak
Sex Education pada anak sangatlah penting untuk dilakukan sejak dini. Para orang tua harus tahu bagaimana menjawab pertanyaan - pertanyaan anak yang polos tentang seks. Jika orang tua tidak mampu menjawab dengan baik, akibatnya bisa fatal. Sex Education pada anak bisa dilakukan sejak dini dengan cara yang sistematik.
Berikut ini, Miarti (Direktur PG dan TK ZAIDAN Alam Mandiri) menerangkan bagaimana sex education pada anak seharusnya dilakukan.
Ma…Kalau adik bayi itu keluarnya darimana sih Ma…?
Bagaimana perasaan Anda ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu. Jawaban seperti apakah yang akan Anda berikan?
Pada dasarnya, pertanyaan demikian merupakan pertanyaan cukup khas yang biasa terucap dari mulut anak-anak, khususnya anak usia 3-10 tahun. Maka kewajiban kita adalah bagaimana mengemas kalimat, supaya bisa dipahami oleh anak. Dan satu hal yang perlu diingat adalah menghindari CEMAS YANG BERLEBIHAN ketika pertanyaan tersebut muncul.
Selain pertanyaan verbal yang secara spontan dilontarkan oleh anak, ada juga hal yang muncul dalam bentuk perilaku. Contoh :
- Sering terlihat menyingkap rok orang dewasa atau anak perempuan sebayanya
- Sering terlihat memegang atau memiankan underwear orang dewasa
- Sering terlihat memegang atau meraba atau memainkan bagian-bagian tubuh tertentu yang cukup privasi, baik kepada orang dewasa maupun kepada teman perempuan sebayanya.
- Berbagai perilaku yang muncul tersebut pada dasarnya merupakan bentuk dari rasa penasaran atau keingintahuan yang cukup tinggi terkait dunia seksual. Dan kemunculan tersebut terjadi pada rentang tertentu, yang diakibatkan atau didorong oleh pengalaman yang ia lihat seperti tayangan, gambar dan hal-hal lain yang tersimpulkan dalam memorinya.
Sebagai orang tua bijak, maka sudah selayaknya memberikan pendidikan terbaik, termasuk pendidikan seks. Dalam hal ini, Dr. Abdullah Nashih Ulwan menerangkan bahwa pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak sejak ia mengerti masalah-masalah yang berkenaan dengan seks, naluri, dan perkawinan.
Lalu mengapa harus menyampaikan pendidikan seks sedini mungkin. Alasannya tentu saja adalah untuk menyelamatkan mereka.Terlebih kemelesatan zaman telah begitu banyak berpengaruh dimana dampak negatif dari keserbamudahan teknologi tak dapat dipungkiri. Dan inilah beberapa fenomena serta realita yang kini membudaya:
- Libidinal telah benar-benar digiring menjadi profan
- Belum ada sistem yang mampu memproteksi anak-anak (khususnya) dari bahaya kebebasan seks (tayangan TV, internet, kebebasan media cetak, dll)
- Segala bentuk pornografi telah dibuat secara propagandis dengan dalih cita rasa seni.
Kenyataan tersebut tentu saja mengharuskan kita untuk memproteksi buah dari berbagai hal. Jangan sampai mereka terlena dengan tontonan atau permainan internetnya, jangan sampai mereka kebablasan mencari kepuasan akan kepenasaranan mereka terhadap dunia seksual.
Namun permasalahan yang masih sering terjadi terkait pendidikan seks pada anak adalah masih banyak orang tua yang belum begitu menyadari akan arti penting dari pendidikan seks. Dan inilah pandangan umum terhadap wacana sex education pada anak.
- Mengajarkan seks pada anak masih dianggap tabu
- Belum saatnya
- Tidak diperlukan
- Terlalu berlebihan
- Pembaca setia.
Berikut beberapa upaya yang harus ditempuh terkait sex education pada anak.
- Komunikasi yang efektif.
- Sampaikan secara wajar dan lugas.
- Hindari panik yang berlebihan ketika anak kita memunculkan sesuatu yang tidak wajar.
- Alihkan pada obrolan yang produktif dan informatif.
- Pahamkan konsep perbedaan gender.
- Tanamkan jiwa maskulinitas untuk anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
- Melatih mereka untuk terbiasa menjaga kebersihan alat kelamin.
- Mengenalkan mahram.
- Biasakan memisahkan tempat tidur antara laki-laki dan perempuan.
- Biasakan memisahkan pengelompokkan antara laki-laki dan perempuan.
- Berikan proteksi yang sesuai, baik bagi anak laki-laki maupun perempuan.
- Sampaikan hakikat tugas masing-masing.
- Hati-hati dengan berbagai tayangan media.
- Selektif memilih tayangan.
- Buat kesepakatan tentang mana yang layak ditonton dan yang tidak layak.
Berikutnya, beberapa hal yang wajib Anda hindari dalam sex education pada anak.
- Menerangkan atau menjelaskan tentang seks secara vulgar
- Cemas yang berlebihan ketika melihat kemunculan perilaku atau ucapan yang “tidak wajar”.
- Memberi respon dalam bentuk kemarahan atau ancaman ketika perilaku “tidak wajar” itu muncul.
Semoga artikel ini mampu memberi pengetahuan lebih bagi para orang tua sekalian tentang sex education pada anak. Selamatkan generasi kita dari hal-hal negatif.
[artikel di atas dikutip dari al-intima.com]
[caption id="attachment_1655" align="aligncenter" width="636"]
Selain penjelasan tentang sex education pada anak di atas, untuk lebih memahami tentang Islam secara umum, berikut ini adalah artikel-artikel rekomendasi untuk pembaca sekalian :
Cara Rasulullah Memperhatikan Kesehatan Keluarga
Kebebasan dalam Islam : Bagaimana seharusnya ?
Dua Malaikat Yang Menyertai Manusia
Comments
Post a Comment