Keberkahan, Makna dan Alasan Kenapa Kita Mencarinya

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Dalam agama Islam yang kita anut ini, kita sering diajarkan untuk berdoa untuk mendapatkan keberkahan. Ini adalah suatu hal yang menarik. Apakah makna keberkahan? Kenapa kita diajarkan untuk berdoa untuk mendapatkan berkah? Berikut ini adalah penjelasannya.



Makna Keberkahan.


"Dan berikanlah untukku keberkahan atas apa yang telah Engkau berikan." (HR Tirmizi)


Abu Manshur mengatakan dalam Tahdziibul Lughah (10: 231), yang dimaksud dengan berkah secara bahasa adalah bertambah dan tumbuh. Artinya, pertambahan dan pertumbuhan dalam sesuatu. Berkah itu bila ada di tempat yang sedikit akan menjadikannya banyak, dan bila berada di tempat yang banyak akan menjadikannya bermanfaat.



Para Nabi mengajarkan untuk berdoa meminta keberkahan.


Adalah keberkahan sangat dibutuhkan manusia, bahkan para nabi pun juga membutuhkannya. Rasulullah saw. bersabda, " … Rab menyeru kepada Ayyub, 'Hai Ayyub, bukankah Aku benar-benar telah mencukupkanmu dari apa-apa yang engkau lihat?' Ayyub menjawab, 'Ya, demi kemulian-Mu. Tetapi, tidak ada kecukupan bagiku dari keberkahan-Mu'." (HR Bukhari).


Nabi Nuh a.s. meminta kepada Rabnya agar diberi tempat yang diberkahi. "Dan berdoalah, "Ya Rabku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat." (Al-Mukminuun: 29).


Allah SWT juga memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim a.s., "Kami limpahkan keberkahan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata." (Ash-Shaffaat: 112--113).


Demikian pula dengan Nabi Muhammad saw., beliau berdoa kepada Allah, "Dan berikanlah untukku keberkahan atas apa yang telah Engkau berikan." (HR Tirmizi).



Cara Meraih Keberkahan.


Untuk mendapatkan berkah, seseorang harus beramal karena Allah. Karena, pada hakikatnya berkah itu berasal dari Allah dan Allahlah satu-satunya yang memberikan berkah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Siapa yang beramal tidak karena Allah, ia akan kehilangan berkah.


Allah SWT berfirman, "Dan Maha Suci Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan." (Az-Zukhruf: 85).


"Maha Agung nama Rabmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia." (Ar-Rahman: 78).


Dengan rahmat Allah, berkah itu datang dan dengan fadhilah-Nya keberkahan itu berlipat. Sesungguhnya keluasan rezeki bukanlah terletak pada banyaknya rezeki, begitu pula dengan panjangnya umur bukanlah terletak pada berlalunya bulan dan tahun, tetapi luasnya rezeki dan panjangnya umur dengan keberkahan yang terkandung di dalamnya.


"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturrahmi." (HR Bukhari).


Tatkala seorang muslim berjumpa dengan muslim lainnya, ia mengucapkan salam yang di dalamnya mengandung doa keberkahan, assalaamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh (semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya terlimpahkan atas kamu sekalian).


Ketika seorang muslim mengunjungi pernikahan, ia dianjurkan untuk berdoa dengan doa keberkahan, baarakallaahu laka wa baaraka 'alaikuma wa jaama'a bainakuma fii khairin (semoga Allah memberkahimu, menjadikan kalian berdua tetap dalam keberkahan dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan).


Ketika seorang muslim hendak masuk rumah, ia diperintahkan untuk mengucap salam. Karena, ucapan salam itu adalah berkah bagi keluarganya. Anas bin Malik r.a. berkata, Rasulullah saw. berkata kepadaku, "Wahai anakku, apabila engkau masuk rumah, ucapkanlah salam, semoga ia menjadi berkah atasmu dan atas keluargamu." (HR TIrmizi).


Ketika seorang muslim sedang makan, ia diperintahkan untuk makan dari pinggir, karena keberkahan itu ada di tengah makanan. Rasulullah bersabda, "Berkah itu turun di tengah makanan, karena itu makanlah dari kedua pinggirnya, dan janganlah makan dari tengahnya." (HR Tirmizi).


Setelah makan, ia juga dianjurkan untuk menjilat jarinya. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak tahu di manakah letak berkah itu." (HR Muslim).


Makan bersama juga merupakan berkah, sedangkan makan terpisah-pisah menghilangkan berkah. Wahsy bin Harb r.a. berkata, "Mereka bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, kami telah makan tetapi kami belum kenyang." Rasululah menjawab, "Mungkin karena kalian berpisah-pisah." Mereka menjawab, "Benar." Rasulullah saw. kemudian bersabda, "Berkumpulah atas makanan kalian dan sebutlah nama Allah, niscaya Ia akan memberikan berkah bagi kalian di dalamnya." (HR Abu Daud).




[caption id="attachment_1587" align="aligncenter" width="567"]Ilustrasi Berdoa - Keberkahan - Credit Pict kisahikmah,com Ilustrasi Berdoa - Keberkahan - Credit Pict kisahikmah,com[/caption]

Air yang paling berkah adalah air zam-zam. Tempat yang paling berkah adalah Masjidil Haram. Dan, malam yang paling berkah adalah malam lailatul qadar, sementara waktu terbaik untuk mendapat berkah adalah pada pagi hari. Allah SWT berfirman, "Demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingising." (At-Takwir: 17--18). Rasulullah saw. juga bersabda, "Ya Allah, berikanlah umatku keberkahan pada pagi harinya." (HR Ahmad).


Demikianlah, dalam banyak kondisi dan perkara kita diperintahkan untuk mengharapkan berkah. Dan semoga saja kita senantiasa dilimpahi Allah keberkahan. Wallahu a'lam.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh