Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan.


Banyak manusia yang dengan keberhasilannya, mereka lupa. Mereka lupa bahwa mereka tidak dapat meraih segala sesuatunya sendiri. Mereka lupa bahwa di atas semua itu, ada Allah yang Maha Kuasa. Ada teman yang senantiasa mendoakan dan mendukung. Berikut ini adalah Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan :


Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulaukecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa kepada Tuhan. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.


Doa pertama yang dipanjatkan adalah memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong. Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisitempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya. Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.


Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima pemberian Tuhan karena doa-doanya tak terkabulkan.


Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?".


"Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini.


"Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka, ia tak pantas mendapatkan apa-apa."


"Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."


"Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?"


"Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"


------




[caption id="attachment_1494" align="aligncenter" width="767"]Gambar Siluet Perahu - Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan, Credit Pict : matakameraku,wordpress,com Gambar Siluet Perahu - Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan, Credit Pict : matakameraku,wordpress,com[/caption]

Catatan :
Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan di atas sebenarnya adalah cerita fiktif. Akan tetapi ada hal yang bisa kita pelajari dan ambil hikmahnya. Semoga Cerita Hikmah tentang Doa dan Kesombongan di atas membuat kita menjadi hamba Allah yang tidak sombong dan peduli dengan rekan-rekan di sekitar. Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa berkhusnudhon kepada orang lain. aamiin.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh