Qana'ah Dalam Urusan Dunia
Sponsored Links:
Sponsored Links:
Qana'ah merupakan suatu bentuk kesedehanaan dan rasa cukup atas apa yang telah diberikan Allah terhadap hambanya, namun sipat Qana'ah ini hanya berlaku hanya untuk Qana'ah dalam urusan dunia, namun tidak berlaku untuk urusan akhirat, karena kalau untuk urusan akhirat justru kita sebagai makhluk ciptaanNya harus selalu merasa kurang dalam melakukan ibadah terhadapNya, Dan senantiasa melakukan ibadah terhadapNya (Allah SWT}.
Rasulullah bersabda: “Unzuruu ilaa man asfala minkum. Walaa tanzuru ila man huwa fauqakum. Fahuwa ajdaaru alla tardaru ni’matallah” Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah kalian melihat orang yang di atasmu, karena hal itu akan lebih menjadikan kamu tidak meremehkan nikmat Allah (H.R. Iman Muslim)
Hadits ini adalah untuk perkara dunia seperti harta, kedudukan, pangkat dan jabatan yang pada waktunya akan punah.
Tanda qana’ah terhadap harta
Seorang yang qana’ah atau merasa cukup dengan pemberian Allah maka dia (1) tidaklah rakus untuk mendapatkan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan. (2) Tidak memaksa-maksakan diri dalam mencarinya apalagi dari sumber yang tidak jelas. (3) Tidak mau meminta-minta, sehingga terjaga kehormatan diri. (4) Selalu merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah sedikit atau banyak.
Fastabiqul khairat untuk urusan akhirat.
Ketahuilah bahwa untuk urusan akhirat tidak ada istilah qana’ah, tapi haruslah fastabiqul khairat. Berlomba lomba dalam mengejar kebaikan. Ada tiga hal kiranya bisa kita ambil manfaat darinya.
Pertama : Jangan pernah merasa cukup atau qana’ah dalam hal menjaga dan melakukan ketaatan atau beribadah kepada Allah.
Kedua : Jangan ada ruang untuk merasa cukup atau qana’ah dalam urusan akhirat seperti mencari ilmu yang bermanfaat, beribadah, berakhlak mulia, berbuat baik dan yang lainnya.
Ketiga : Ketahuilah bahwa para sahabat, tabiin, tabiut tabiin serta orang-orang shalih tidak pernah merasa kenyang apalagi bosan, dalam menuntut ilmu, beribadah dan berbuat baik.
Sponsored Links:
Qana'ah merupakan suatu bentuk kesedehanaan dan rasa cukup atas apa yang telah diberikan Allah terhadap hambanya, namun sipat Qana'ah ini hanya berlaku hanya untuk Qana'ah dalam urusan dunia, namun tidak berlaku untuk urusan akhirat, karena kalau untuk urusan akhirat justru kita sebagai makhluk ciptaanNya harus selalu merasa kurang dalam melakukan ibadah terhadapNya, Dan senantiasa melakukan ibadah terhadapNya (Allah SWT}.
Qana’ah hanya untuk urusan dunia.
Ketahuilah bahwa sikap qana’ah hanya dipakai dalam perkara dunia saja. Qana’ah adalah untuk hal-hal yang sifatnya akan punah dan hilang, yaitu perkara yang bersifat duniawi dan segala kenikmatannya.
Rasulullah bersabda: “Unzuruu ilaa man asfala minkum. Walaa tanzuru ila man huwa fauqakum. Fahuwa ajdaaru alla tardaru ni’matallah” Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah kalian melihat orang yang di atasmu, karena hal itu akan lebih menjadikan kamu tidak meremehkan nikmat Allah (H.R. Iman Muslim)
Hadits ini adalah untuk perkara dunia seperti harta, kedudukan, pangkat dan jabatan yang pada waktunya akan punah.
Tanda qana’ah terhadap harta
Seorang yang qana’ah atau merasa cukup dengan pemberian Allah maka dia (1) tidaklah rakus untuk mendapatkan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan. (2) Tidak memaksa-maksakan diri dalam mencarinya apalagi dari sumber yang tidak jelas. (3) Tidak mau meminta-minta, sehingga terjaga kehormatan diri. (4) Selalu merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah sedikit atau banyak.
Fastabiqul khairat untuk urusan akhirat.
Ketahuilah bahwa untuk urusan akhirat tidak ada istilah qana’ah, tapi haruslah fastabiqul khairat. Berlomba lomba dalam mengejar kebaikan. Ada tiga hal kiranya bisa kita ambil manfaat darinya.
Pertama : Jangan pernah merasa cukup atau qana’ah dalam hal menjaga dan melakukan ketaatan atau beribadah kepada Allah.
Kedua : Jangan ada ruang untuk merasa cukup atau qana’ah dalam urusan akhirat seperti mencari ilmu yang bermanfaat, beribadah, berakhlak mulia, berbuat baik dan yang lainnya.
Ketiga : Ketahuilah bahwa para sahabat, tabiin, tabiut tabiin serta orang-orang shalih tidak pernah merasa kenyang apalagi bosan, dalam menuntut ilmu, beribadah dan berbuat baik.
Wallahu 'alam
Semoga bermanfaat
Comments
Post a Comment