Kisah Tufail Bin Amr Ad-Dausy

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Disaat Rasulullah saw mengawali dakwahnya dikota mekah, yang pada saat itu bangsa Arab merupakan bangsa jahiliyah, begitu banyak fitnah yang ditujukan kepada beliau dari kaum musyrikin Makkah bahwa Rasulullah saw merupakan tukang sihir, atau mereka menyebutnya sebagai orang gila, salah satunya dalam kisah sahabat Nabi saw sebelum masuk islam, yaitu kisah Tufail bin Amr Ad-Dausy, dimana para kaum kuffar meminta kepada Tufail bin Amr  supaya dia jangan sampai mendengarkan perkataan rasulullah saw, tetapi Allah berkehendak lain, sehingga Tufail bin Amr menjadi pengikut Rasulullah saw yang setia.


kisah tufail bin amr


Tufail bin Amr Ad-Dausy merupakan seorang pimpinan kabilah ( Daus ) dimasa jahiliyah, seorang yang terkemuka dikalangan bangsa arab. Ia merupakan seorang yang dermawan, tatkala orang fakir miskin datang kepadanya untuk meminta bantuan ia pun dengan segera memberinya, begitupun dengan orang yang meminta perlindugan kepadanya, iame melindunginya dari ketakutan yang menimpannya. Disamping itu ia dikenal sebagai pribadi yang pintar, cerdas , seorang penyair yang handal, hatinya yang begitu lembut sehingga tidak sulit untuk merangkai kata kata syair yang indah.


Kisah Islamnya Beliau :


Berkata Tufail :


Suatu ketika saya mengadakan kunjungan ke makkah, lalu saya melihat pimpinan pimpinan quraisy, sampai mereka bertemu dengan saya, kedatangan saya pun  mereka sambut dengan sebaik baiknya sambutan, lalu mereka menempatkan saya ditempat yang paling mulia.


Kemudian berkumpullah para pimpinan dan petinggi mereka kepada ku seraya berkata :


Wahai Tufail, sesungguhnya engkau telah berkunjung ke negri kami, dan ini seorang laki-laki yang menganggap dirinya sebagai nabi , dia telah merusak kondisi kami, merobek persatuan kami, dan mencerai berai jamaah kami, sesungguhnya apa yang kami takutkan yaitu dia akan memisahkan kamu dan memisahkan kepemimpinan kamu dari kaum mu sebagai mana yang telah ia lakukan terhadap kami. Maka janganlah sampai seorang pun dari kaum mu berbicara dengannya, dan jangan juga mendengarkan sesuatu pun darinya, karena sesungguhnya ia memiliki perkataan seperti sihir : memisahkan antara anak dengan bapaknya, begitupun antara saudara dengan saudaranya, begitupun antara istri dengan suaminya.


Lalu tufail berkata :


Demi Allah , selama itu mereka terus menerus menceritakan kepada saya mengenai berita berita yang aneh mengenai dirinya, dan menakut nakuti saya dan kaum saya dengan kaanehan perbuatannya, sampai sampai saya berazam dan memutuskan supaya tidak mendekat kepadanya, dan tidak berbicara barang satu katapun maupun mendengarkan sesuatu darinya.


Setelah keesokan harinya , saya pun berangkat pergi kemasjid untuk melaksanakan tawaf disekitar ka'bah, dan bertabaruk dengan patung patungnya sebagaimana kita melaksanakan haji dan mengagungkan mereka. Lalu saya tutup kuping saya dengan kapas, karena saya khawatir  bilamana tiba tiba saya mendengarkan sesuatu dari perkataan muhamad.


Akan tetapi tatkala saya masuk kedalam masjid, saya dapati ia sedang berdiri mendirikan sholat menghadap ka'bah yang sholatnya itu berbeda dengan sholat yang kita lakukan, dan mendirikan ibadah yang berdeda dengan ibadah yang kita kerjakan, lalu saya terpikat dengan pemandangannya,  dan saya ikuti gerakan ibadahnya, lalu saya dapati diri saya mendekat kepadanya, sedikit demi sedikit tanpa saya bermaksud untuk berbuat demikian sebelumnya , sampai suatu saat saya telah dekat sekali dengannya. lalu Allah menggerakan hatiku sampai telinga saya mendengarkan sesuatu dari apa yang ia katakan, lalu saya pun mendengarkan perkataannya, tidak ada satu katapun yang ia keluarkan dari mulutnya kecuali yang baik, tiba-tiba saya berkata didalam diri saya sendiri  :


Wahai Tufail, kamu kehilangan ibumu dengan kematian,  sesungguhnya kamu itu seorang penyair  yang cerdas , tidaklah tersembunyi dari mu mana itu yang baik maupun yang buruk, lalu apakah hal yang menghalangi mu untuk mendengarkan sesuatu dari seseorang yang apa ia katakan….


Apabila yang ia katakan itu baik maka saya akan terimanya, dan apabila itu jelek maka saya tinggalkannya.


kemudian saya berdiam diri sesaat sampai Rosulullah saw kembali ke rumahnya, lalu saya pun mengikutinya sampai beliau masuk kedalam rumahnya, lalu saya pun masuk dan berkata :


Wahai muhammad, sesungguhnya kaum mu telah berkata kepadaku mengenai engkau begini begini. Demi Allah!  apa yang mereka jelaskan kepada saya membuat saya takut dari perkaramu sampai sampai saya tutup kedua telinga saya  dengan kapas agar tidak mendengar perkataan mu, kemudian Allah menolaknya kecuali sampai diperdengarkannya sesuatu dariNya, dan saya mendapatinya itu baik…maka jelaskan lah kepadaku perkara mu.


Kemudian Rosulullah saw memaparkan kepada saya perkaranya, lalu beliau membacakan surat al ikhlas dan al falaq kepada saya,  demi Allah tidaklah saya pernah mendengar sesuatu yang lebih baik dari perkataannya, dan saya tidak pernah melihat perkara yang lebih adil dari perkaranya…disaat itu saya ulurkan tangan saya kepadanya, dan saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rosulullah , lalu saya masuk kedalam islam.


Kesimpulan dari kisah di atas :




  1. Para musuh islam sampai kapan pun tidak akan ridho islam itu tegak dimuka bumi,mereka menggunakan berbagai cara untuk melenyapkan cahaya islam dari dunia ini dan umat islam masuk kedalam agama mereka, hal ini telah Allah swt jelaskan didalam Al Quran, Allah swt berfirman :


Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.  ( Al Baqarah : 120 )


Sesungguhnya hidayah itu datangnya hanya dari Allah swt saja, maka apabila kita tidak mendapatkan respon yang baik, kita jangan sampai putus asa dan menyerah dalam berdakwah, tugas kita hanyalah menyampaikan islam, sedangkan yang memberikan mereka hidayah yaitu hanya Allah swt. Siapa yang masuk islam maka dia telah mendapatkan suatu anugrah yang besar. Sebagaimana firman Allah swt :


Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) kepada siapa yang dikehendaki-Nya ( AL- Baqarah : 272 )


Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). ( Al- Baqarah : 269 )


Wallahu 'alam


Semoga bermanfaat

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh