Sipat Dan bentuk Jin

Sponsored Links:
Sponsored Links:




Sahabat sekalian mungkin  tidak ada salahnya kita sebagai umat muslim untuk mengenal bagai mana sipat dan bentuk jin yang sesunggunya dan amalan apa saja untuk terhindar dari gangguan jin yang senantiasa senang untuk mengganggu dan menggoda manusia, karena memang begitulah sikap dari kebanyakan jin yang selalu ingin menjerumuskan manusia kepada kekafiran.


sipat dan bentuk jin


Dari Ubay bin Ka’ab bertutur bahwa ia mempunyai sebaskom kurma namun selalu berkurang. Pada suatu malam ia mencoba menjaganya tiba-tiba muncul seekor binatang sebesar anak remaja. Maka ia memberi salam kepadanya, lalu binatang tersebut menjawab salamnya.



Ubay bertanya : "Siapa kamu? Jin atau manusia?"
Jawabnya : "Bukan manusia akan tetapi Jin."
Ubay berkata : "Coba perlihatkan tanganmu kepadaku!" Maka ia memperlihatkan tangannya kepada Ubay, tangannya mirip tangan anjing dan berbulu mirip bulu anjing pula.
Ubay berkata lagi : "Seperti inikah bentuk ciptaan jin?"
Jawabnya : "Sesunggunya para jin tahu bahwa di tengah-tengah mereka ada yang lebih mengerikan dari pada aku."
Ubay bertanya : "Kenapa kamu datang kesini?"
Jawabnya : "Kami mendengar bahwa kamu orang yang suka bersedekah, kami kesini karena ingin mendapat bagian dari makananmu."
Ubay bertanya : "Apa yang dapat menjaga kami dari gangguan kalian?"
Jawabnya : "Ayat yang terdapat dalam surat Al Baqorah (ayat Kursi). Barangsiapa yang membacanya di sore hari maka ia terjaga dari kami sampai pagi hari. Barangsiapa yang membacanya di pagi hari maka ia terjaga dari kami sampai sore hari."

Besok paginya Ubay mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan perihal tersebut kepadanya.
Jawab Rasulullah SAW : "Sikeji itu telah jujur."
Dalam kandungan hadist di atas ada beberapa poin yang berhubungan dengan pembahasan kita:
Bahwa Jin itu memiliki wujud nyata.
Bukan gambaran tentang nilai-nilai negatif yang ada dalam diri manusia sebagaimana pandangan orang-orang ahli filsafat dan orang yang mengikuti mereka dari kalangan intelektual.
* Buktinya dalam kisah di atas jin memiliki bentuk dan kebutuhan biologis.
Bahwa jin itu memiliki kebutuhan biologis seperti manusia diantaranya kebutuhan untuk makan.
* Buktinya dalam kisah di atas jin mengambil buah kurma milik Ubay bin Ka’ab. Demikian pula dalam kisah lain saat Abu Hurairah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga harta zakat fitrah, tiba-tiba ada jin yang mencuri harta zakat fitrah tersebut.

Bahwa jin itu memiliki bentuk dan rupa yang berbeda-beda, ada yang seperti ular, anjing dan binatang lainnya.
* Buktinya dalam kisah di atas jin muncul dalam rupanya yang mirip anjing. Dalam kisah lain seorang sahabat yang ingin ikut perang bersama Rasulullah SAW lalu ia pulang sejenak sebelum berangkat perang. Tiba-tiba isterinya berdiri di pintu dan memberi tahu bahwa di kamar ada seekor ular besar, seketika itu sahabat tersebut langsung membunuhnya akan tetapi sahabat dan jin tersebut sama-sama mati di tempat.

Bahwa manusia bisa berbicara dengan jin dan sebaliknya bahwa jin dapat mengerti bahasa manusia.
* Buktinya dalam hadits di atas Ubay bercakap-cakap dengan jin, demikian pula kisah Abu Hurairah saat menangkap jin yang mencuri harta zakat fitrah.

Cara agar terhindar dari ganguan jin adalah dengan membaca ayat Kursy pada pagi dan sore hari.
Bukan meletakkannya di dompet atau menggantungkannya di mobil, di dinding rumah atau dileher anak-anak kecil sebagaimana perbuatan orang-orang yang tertipu oleh jin.

Dalil-dalil yang menunjukkan tentang keberadaan jin dalam Al Qur’an maupun dalam hadits-hadits Rasulullah SAW begitu banyak sekali tidak mungkin untuk kita sebutkan satu persatu dalam tulisan yang singkat ini. Bahkan salah satu surat dalam Al Qur’an dinamai dengan surat Al Jin. Sebagian ulama telah mengumpulkan dalil-dalil tersebut dalam karya ilmiyah mereka, seperti :
Imam As Suyuthy dalam kitabnya “Al Lu’lu’ Wal Mirjan Fi Ahkamil Jaan”
Syeikh Umar Sulaiman Al Asyqar dalam kitabnya “‘Alam al Jin wa Asy Syayaathiin”
Dan kitab-kitab ulama yang lain.

Dijelaskan oleh Syeikh Sholeh Fauzan, bahwa beriman tentang keberadan jin adalah bagian dari beriman kepada perkara-perkara yang ghaib.

Sebagai bentuk mempercayai apa yang diberitakan Allah dan berita Rasul-Nya keberadaan jin ditetapkan dalam Al Qur’an dan Sunnah serta Ijma’.

Barangsiapa yang mengingkari tentang adanya jin maka ia telah jatuh kedalam kekufuran. Karena ia mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta ijma’ kaum muslimin. Adapun orang yang mengingkari perihal masuknya jin kedalam tubuh manusia tidak kafir, akan tetapi ia dihukum sesat. Jin memiliki kewajiban yang sama seperti manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Mereka juga mendapat ganjaran dan balasan atas perbuatan mereka di akhirat kelak. Sebagaimana Allah SWT sebutkan dalam firman-Nya tentang kewajiban jin untuk beribadah kepada-Nya dalam QS Adz dzariyat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku”

Barangsiapa yang ingkar dan kafir diantara mereka para jin tersebut, mereka akan mendapatkan azab dari 
Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS.Al Araf :179










وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

"Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan untuk isi neraka Jahannam itu kebanyakan dari golongan jin dan manusia. Mereka punya hati akan tetapi mereka tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Kami), mereka punya mata akan tetapi mereka tidak mau melihat dengannya (ayat-ayat Kami), mereka punya telinga akan tetapi mereka tidak mau mendengar dengannya (ayat-ayat Kami). Mereka bagaikan seperti binatang bahkan mereka lebih sesat, mereka itu adalah orang-orang yang lalai (terhadap peringatan Kami)”. 
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jin diciptakan  dari bunga api, sebagaimana dalam sabdanya :

« خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari bunga api dan Adam diciptakan dari apa yang diceritakan pada kalian."

Akan tetapi jin tersebut memiliki keserupaan dengan manusia dalam beberapa sifat dan juga memiliki keserupaan dengan malaikat dalam beberapa sifat. Keserupaan sifat mereka dengan manusia, mereka memiliki kebutuhan biologis seperti manusia, seperti makan, memiliki tempat tinggal dan keturunan. Keserupaan sifat mereka dengan malaikat, mereka tidak dapat kita lihat dengan indera kita dan mereka bisa menjelma seperti manusia.

Waallahu a'lam.

Dikutip dari:
Team AHQ & IHQ
Majelis Qur'ani




Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh