Agar Anak Semangat Puasa

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Sebagai orangtua yang baik, sudah sepantasnya kita memikirkan agar anak semangat puasa. Anak yang semangat puasa adalah dambaan setiap orangtua muslim. Puasa adalah sebuah parameter kesholehan anak. Maka ketika kita melihat anak puasa, hati kita pun akan merasa lebih tenang. Ada banyak hal yang kita semua bisa lakukan agar anak semangat puasa.



7 tips agar anak semangat puasa :



Lakukan latihan pada anak berdasarkan kemampuannya (gradualy).
Kemampuan anak 6 tahun tentu berbeda dengan anak 4 tahun. Jika usia 6 tahun sudah ada anak yang mampu melakukan ibadah shaum selama sebulan penuh, maka tidak bisa disamaratakan untuk anak-anak yang usianya lebih rendah. Namun yang harus kita pahami, anak-anak kita insyaAllah sudah bisa melakukan shaum di usia dini. Yang terpenting adalah tahapannya. Jadi, bagi putra putri yang masih berusia 3 tahun insyaAllah sudah bisa kita latih. Paling tidak, latihan sahur, latihan memperpanjang waktu sarapan, dan lain-lain. Ini mungkin sederhana, tapi akan berguna agar anak semangat puasa.


Agar anak semangat puasa, jelaskan dan yakinkan tentang keistimewaan bulan Ramadhan versi bahasa anak.
Seharusnya, manusia muslim dimanapaun akan sangat tergoda oleh hadirnya bulan Ramadhan. Demikian pula dengan anak, sejatinya mereka semakin bersemangat melakukannya setalah semakin yakin dengan fasilitas-fasilitas menarik yang Allah sediakan. Oleh karena itulah, perlu komunikasi yang baik pada mereka denvgan bahasa yang mudah mereka pahami. Contoh:


“Tahu gak sayang, di bulan Ramadhan itu, syaitan-syaitannya dipenjara dan tak akan mengganggu kita.”
“Ramadhan itu bulan berjuta hadiah. Allah menyediakan banyak hadiah lho untuk kita semua.”
“Shaum itu, bikin tubuh kita sehat. Jadi, kalau adik mau lebih enak badannya, shaum yang rajin ya..”
Beri reward, baik reward harian maupun reward di akhir bulan shaum
kegiatan bermain. Namun bagaimanapun, mereka telah berkorban. Telah berusaha. So, betapa salah kita bila tak mengeapresiasinya dalam bentuk apapun. Beri pujian, beri acungan jempol, dan beri keyakinan bahwa Malaikat telah mengabadikan perjuangan mereka. Selanjutnya, boleh kita memberi sesuatu dalam bentuk materi. Contoh sederhana misalnya, menambah isi celengannya, membuatkan menu kesukaan mereka, membuat menu rahasia yang tidak mereka ketahui, dan reward-reward lainnya yang mendidik dan tidak memanjakan.


Perkirakan menu makanan yang menggairahkan.
Buat daftar menu untuk sebulan lamanya. Perkirakan, menu untuk berbuka dan menu untuk saur. Selama seharian penuh mereka membayangkan beragam makanan dan minuman. Bila menunya kurang berselera, ini akan cukup mengecewakan. Dan ingat, untuk poin yang kedua ini bukan semata-mata persoalan “harga” melainkan pada “cara”. Ibu yang kreatif tentu akan sangat cerdas mengolah makanan sederhana menjadi kudapan atau masakan yang memikat hati dan pandangan anak-anak.


Lebih disiplin dengan mandi.
Logika yang harus kita pahami adalah bahwa mandi itu bukan saja membersihkan melainkan menyegarkan. Nah, mandi bagi orang yang sedang beribdah shaum akan memulihkan keadaan. Yang semula lemas dan letih akan kembali segar dan kembali prima setelah mandi. Jadi supaya anak dapat lebih bertahan dengan shaumnya, minta ia mandi lebih cepat dari biasanya. Contoh, ketika pulang sekolah itu biasanya main dulu, usahakan agar mandi dulu supaya shaumnya selamat sampai maghrib. Mandi akan membangun semangat, agar anak semangat puasa.


Beri kesibukan sehingga aksi batal shaum terlupakan.
Aktivitas akan sangat menentukan kuatnya seorang anak menjalankan ibadah shaum. Jika mereka hanya berdiam diri tanpa kegiatan apapun, malah akan sangat rentan dengan rasa kantuk dan lapar. Sebaliknya, ketika mereka sibuk dengan berbagai kegiatan seperti bermain, belajar di sekolah, pergi ke suatu tempat, justru akan melupakan rasa laparnya. Namun hati-hati, jangan sampai terjebak pada konteks “asal anak punya kegiatan”. Tentu kita harus pilih-pilih. Jika aktivitasnya main game atau game online, tentu tidak terlalu baik dan bukan satu-satunya alat pengalihan yang efektif. Agar anak semangat puasa, pilih kegiatan yang berkah pula dan asyik.


Agendakan untuk buka shaum di luar.
Sebetulnya, ini merupakan reward. Hampir mirip dengan poin pertama. Hanya untuk reward yang satu ini lebih bertujuan untuk menghadiahkan suasana kepada anak-anak. Alasannya, supaya anak memahami bahwa ramadhan itu benar-benar fun. Artinya, kesempatan untuk bisa makan di luar itu berlaku juga di bulan Ramadhan. Namun yang perlu diingat, acara seperti ini tidak perlu terlalu sering. Cukup 1-3 kali selama Ramadhan berlangsung. Jika terlalu sering, akan muncul negative impact yang tidak diharapkan. Manja, banyak menuntut, keinginannya harus serba terpenuhi, dan lain-lain. Dan karakter negatif itu semua, tentu tidak kita inginkan.


Tahan Omongan Miring dari Orang-orang Sekitar.
Idealisme mendidik anak, kadang-kadang mendapat protes dari orang-orang sekitar. Termasuk dalam membelajarkan shaum. Tidak sedikit orang protes dengan dalih bahwa anak kecil belajar shaum itu tidak manusiawi. Nah, bila kita mendapat hal ini, cukup dengan bersikap tenang, tidak perlu reaktif dan tetap yakin bahwa anak kita bisa menjalani proses latihannya dengan baik. Kuatkan mental diri sendiri juga. Ingat bahwa kita harus sabar terus, tujuan kita agar anak semangat puasa.


ilustrasi puasa - agar anak semangat puasa


Dikutip dari Majalah al-intima.

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh