Hadits tentang Fitnah
Sudah selayaknya sebagai muslim, kita mempelajari tentang hadits-hadits yang pernah disampaikan Rasulullah Muhammad. Di bawah ini adalah hadits-hadits tentang fitnah. Hadits tentang fitnah ini penting untuk kita ketahui, karena kita harus tahu apa yang Rasulullah Muhammad katakan tentang fitnah. Kita harus tahu pendapat Rasulullah Muhammad tentang fitnah. Karena bagaimanapun, contoh suri tauladan untuk para muslim adalah Rasulullah Muhammad. Berikut ini adalah tiga hadits tentang fitnah yang perlu kita ketahui :
3.28/84. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il berkata, Telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata, Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Fatimah dari Asma’ berkata: Aku menemui Aisyah saat dia sedang shalat. Setelah itu aku tanyakan kepadanya: Apa yang sedang dilakukan orang-orang? Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang melaksanakan shalat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: Maha suci Allah. Aku tanyakan lagi: Satu tanda saja? Lalu dia memberi isyarat dengan kepalanya, maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut shalat namun timbul perasaan yang membingungkanku, hingga aku siram kepalaku dengan air. Dalam khutbahnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya, lalu bersabda: Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku: bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti -atau hampir berupa- fitnah -yang aku sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma’ diantaranya adalah fitnah Al Masihud dajjal-; akan ditanyakan kepada seseorang (didalam kuburnya); Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini? Adapun orang beriman atau orang yang yakin, -Asma’ kurang pasti mana yang dimaksud diantara keduanya- akan menjawab: ‘Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad, ‘ diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: ‘Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang yang yakin’. Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, -Asma’ kurang pasti mana yang dimaksud diantara keduanya-, akan menjawab; aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia membicarakan sesuatu maka akupun mengatakannya. (hr. Bukhari)
3.56/112. Telah menceritakan kepada kami Shadaqah telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Hind dari Ummu Salamah dan ‘Amru. Dan dari Yahya bin Sa’id dari Az Zuhri dari Hind dari Ummu Salamah berkata, “Pada suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun lalu bersabda: “Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari dua perbendaharaan (Ramawi dan Parsi)? Bangunlah wahai orang-orang yang ada di balik dinding (kamar-kamar), karena betapa banyak orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini namun akan telanjang nanti di akhirat (tidak mendapatkan kebaikan).” (Hr. Bukhari)
9.4/494. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Al A’masy berkata, telah menceritakan kepadaku Syaqiq berkata, Aku pernah mendengar Hudzaifah berkata, Kami pernah bermajelis bersama ‘Umar, lalu ia berkata, Siapa di antara kalian yang masih ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang masalah fitnah? ‘ Aku lalu menjawab, ‘Aku masih ingat seperti yang beliau sabdakan! ‘ ‘Umar bertanya, Kamu dengar dari beliau atau kamu mendengar perkataan itu dari orang lain? Aku menjawab, ‘Yaitu fitnah seseorang dalam keluarganya, harta, anak dan tetangganya. Dan fitnah itu akan terhapus oleh amalan shalat, puasa, sedekah, amar ma’ruf dan nahi munkar. ‘Umar berkata, Bukan itu yang aku mau. Tapi fitnah yang dahsyat seperti dahsyatnya air laut. Hudzaifah berkata, Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya fitnah itu tidak akan membahayakan engkau! antara engkau dengannya terhalang oleh pintu yang tertutup. ‘Umar bertanya; Pintu yang rusak atau terbuka? Hudzaifah menjawab, Rusak. ‘Umar pun berkata, Kalau begitu tidak akan bisa ditutup selamanya! ‘ Kami (perawi) bertanya, Apakah ‘Umar mengerti pintu yang dimaksud? Hudzaifah menjawab, Ya. Sebagaimana mengertinya dia bahwa setelah pagi adalah malam hari. Aku telah menceritakan kepadanya suatu hadits yang tidak ada kerancuannya. Namun kami takut untuk bertanya kepada Hudzaifah, lalu aku suruh Masruq untuk, pun menanyakannya kepadanya. Hudzaifah lalu menjawab, Pintu itu adalah Umar. (hr. Bukhari)
Demikian beberapa hadits tentang fitnah. Untuk penjelasan selanjutnya, semoga di lain waktu kita bisa membahasnya lebih dalam. Silahkan "berlangganan" untuk update artikel selanjutnya. Semoga hari anda menyenangkan. Aamiin.
Comments
Post a Comment