Cara Mendidik Anak yang Baik Menurut Islam
Kali ini kita kami akan membahas mengenai Cara Mendidik Anak yang baik menurut Islam. Dalam mendidik anak secara islami, keluarga mempunyai porsi peranan yang utama. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama dimana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.
Harus menjadi garis besar, bahwa dalam cara mendidik anak yang baik menurut Islam, ada tujuan khusus yang perlu dititikberatkan. Aisyah Abdurrahman Al Jalal pernah mengatakan bahwa pendidikan individu dalam islam mempunyai tujuan yang jelas dan tertentu, yaitu: menyiapkan individu untuk dapat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan tak perlu dinyatakan lagi bahwa totalitas agama Islam tidak membatasi pengertian ibadah pada shalat, shaum dan haji; tetapi setiap karya yang dilakukan seorang muslim dengan niat untuk Allah semata merupakan ibadah.
[caption id="attachment_1077" align="aligncenter" width="480"]
Di dalam cara mendidik anak yang baik menurut Islam, secara umum pendidikan dibagi menjadi tiga pengelompokan tahapan umum. Di antaranya adalah :
1. Tujuh tahun pertama.
Pada tahapan ini, anak hendaknya diperlakukan sebagai layaknya seorang raja atau ratu. Orangtua harus pandai mengalah. Bagaimanapun, anak pada usia tujuh tahun pertama ini membutuhkan kasihsayang dan kesabaran yang lebih dari orang-orang di sekitarnya, terutama orang tua. Pada tahun inilah anak dan orangtua menjalin ikatan terkuat sebagai dasar pijakan dalam menjalankan cara mendidik anak yang baik menurut Islam.
2. Tujuh tahun kedua.
Ini berkisar antara usia 8-14 tahun. Pada usia ini, anak sebaiknya mulai dididik dengan aturan-aturan. Orangtua harus cerdas dalam menerapkan aturan-aturan demi mengatur dan membentuk karakter anak. Pada fase ini, anak juga mulai diwajibkan menjalankan ibadah wajib dari Allah. Dalam kaitannya dengan itu, maka orangtua harus tegas. Sehingga barangkali ada yang berpendapat bahwa fase ini adalah fase penjara bagi anak. Akan tetapi, ingat, pendidikan adalah soal kasih sayang.
3. Tujuh tahun ketiga.
Pada saat usia 15-21 tahun ini, seyogyanya anak diperlakukan seperti teman atau sahabat. Pada usia ini, anak biasanya merasa dirinya bisa melakukan apa saja. Yang dia butuhkan adalah teman dekat yang bisa mengerti perasaannya. Jika fase sebelumnya berhasil, maka menjalankan fase ini seharusnya lebih mudah. Pada fase ini, orangtua harus benar-benar selalu ada untuk anak. Jika tidak, maka anak sangat berpotensi terjerumus ke hal-hal yang tidak baik. Kestabilan anak akan benar-benar diuji, dan orangtua adalah yang seharusnya selalu di sisi anak.
Pembagian tiga fase tersebut adalah sebuah cara yang ditunjukkan oleh Sahabat Nabi, Ali RA. Jika tiga fase cara mendidik anak yang baik menurut islam tersebut dalam terlalui dengan baik, maka tidak akan ada kekhawatiran berlebihan terkait anak di masa depan. Pada usia di atas 21 tahun, anak akan siap menghadapi dunia luar.
Semoga tulisan ini berguna. Silahkan berlangganan via email jika ingin mendapatkan artikel-artikel tentang anak yang lain.
Oleh : Harbun G. Subekti.
Comments
Post a Comment