Cara Mendidik Anak Usia 0-3 Tahun
Sponsored Links:
Sponsored Links:

Karena tugas mendidik anak merupakan tanggung jawab yang dibebankan kepada kedua orang tua dan menjadi amanah yang dipikulkan diatas pundak para pendidik, kelak Allah akan meminta pertanggungjawaban dari mereka. Allah akan menanyai mereka tentang apa yang telah mereka pimpin.
Sponsored Links:
Untuk memiliki anak yang soleh / solehan, bukanlah sesuatu yang mudah bagi kedua orang tua untuk mendapatkannya, semua itu perlu perjuangan yang sangat extra luar biasa agar anak kita selalu dijalan yang lurus, karena apabila kita salah dalam mendidiknya, terlebih lagi kalau anak yang kita cintai terjatuh dalam pergaulan yang tidak diharapkan, itu akan menambah beban bagi orang tuanya, tapi sebenarnya Rosululullah Saw. telah mengajarkan kepada umatnya bagai mana cara mendidik anak usia 0-3 tahun, supaya anak di jauhkan dari godaan setan, Rosulullah mengajarkan untuk mendidik anak dimulai semaenjak suami menggauli istrinya dengan cara berdo'a dulu kepada Allah SWT. Dan dibawah ini Rosulullah Saw. mengajarkan bagai mana cara berdo,a pasangan suami istri disaat akan melakukan hubungan intim.
Karena tugas mendidik anak merupakan tanggung jawab yang dibebankan kepada kedua orang tua dan menjadi amanah yang dipikulkan diatas pundak para pendidik, kelak Allah akan meminta pertanggungjawaban dari mereka. Allah akan menanyai mereka tentang apa yang telah mereka pimpin.
Tiap-tiap orang diantara kita adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.
Wahai para pendidik, bagaimanakah anda dapat memastikan bahwa anda berada di jalan yang benar dalam mendidik anak-anak anda, secara ilmiah, akhlak, sosial, psikologi, jasmani, keilmuan, bahkan secara seksiologi?
Bagaimana anda tahu bahwa anda sedang menerapkan sistem pendidikan yang sesuai dengan metode ilmiah, tanpa memerlukan eksperimen untuk membuktikan kelayakannya dan tanpa memerlukan sedikit atau banyak pengalaman dalam penerapannya? Terlebih lagi, kegagalan dalam urusan seperti ini sangat sulit untuk dihindari, kecuali bila Allah menghendaki sesuatu yang lain. Sesungguhnya penolong kita adalah Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an. Dialah yang melindungi orang-orang saleh.
Pendidikan Anak Usia 0-3 tahun dapat dimulai dari:
Berdoa Untuk Anak Saat Masih Dalam Sulbi Ayahnya
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seandainya salah seorang diantara kalian sebelum menggauli istrinya berdoa:
'Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami,'' lalu dari keduanya lahir anak, setan tidak akan dapat mengganggunya selamanya."
Muttafaqun 'Alaih
Dalam hadits ini terkandung anjuran bahwa sebaiknya permulaan yang kita lakukan dalam hal ini bersifat Rabbani, bukan syaithani. Apabila disebutkan nama Allah pada permulaan senggama, berarti hubungan yang dilakukan oleh suami-istri tersebut berlandaskan ketaqwaan kepada Allah SWT dan dengan izin Allah, anaknya nanti tidak akan diganggu setan.
Wahai para pendidik, bagaimanakah anda dapat memastikan bahwa anda berada di jalan yang benar dalam mendidik anak-anak anda, secara ilmiah, akhlak, sosial, psikologi, jasmani, keilmuan, bahkan secara seksiologi?
Bagaimana anda tahu bahwa anda sedang menerapkan sistem pendidikan yang sesuai dengan metode ilmiah, tanpa memerlukan eksperimen untuk membuktikan kelayakannya dan tanpa memerlukan sedikit atau banyak pengalaman dalam penerapannya? Terlebih lagi, kegagalan dalam urusan seperti ini sangat sulit untuk dihindari, kecuali bila Allah menghendaki sesuatu yang lain. Sesungguhnya penolong kita adalah Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an. Dialah yang melindungi orang-orang saleh.
Pendidikan Anak Usia 0-3 tahun dapat dimulai dari:
Berdoa Untuk Anak Saat Masih Dalam Sulbi Ayahnya
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seandainya salah seorang diantara kalian sebelum menggauli istrinya berdoa:
'Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami,'' lalu dari keduanya lahir anak, setan tidak akan dapat mengganggunya selamanya."
Muttafaqun 'Alaih
Dalam hadits ini terkandung anjuran bahwa sebaiknya permulaan yang kita lakukan dalam hal ini bersifat Rabbani, bukan syaithani. Apabila disebutkan nama Allah pada permulaan senggama, berarti hubungan yang dilakukan oleh suami-istri tersebut berlandaskan ketaqwaan kepada Allah SWT dan dengan izin Allah, anaknya nanti tidak akan diganggu setan.
Semoga bernanfaat
~~ Divisi ODOJ~~
Comments
Post a Comment