3 Tanda Manusia Disayang Allah SWT
Janganlah berprasangka buruk terhadap musibah yang terjadi pada diri kita karena kita sebagai makhluk Allah SWT tidak akan pernah mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dibalik sebuah musibah itu, ada kemungkinan itu sebagai teguran, ujian atau bisa jadi sebagai murka Allah yang ditimpakan kepada hamba-hambanya yang senantiasa berbuat dosa dimuka bumi ini. namun ada 3 tanda manusia disayang Allah SWT terkait dengan sesuatu kejadian yang menimpa pada seorang hamba Allah, maka dari itu kita bisa menilai pada diri kita masing-masing, apakah datangnya musibah pada diri kita ini sebagai teguran atau tanda Allah sayang kepada kita.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam kita curahkan kepada junjungan mulia Nabi Muhammad SAW, keluarga serta para sahabat dan kita sebagai pengikut yang senantiasa istiqamah mentaati apa yang baginda nabi ajarkan hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,
Jika seorang isteri mengharapkan kasih sayang suami kepada dirinya dan seorang anak akan mengharapkan kasih sayang dari ibu bapaknya, maka seorang hamba yang cinta akan Robbnya, ia akan mengharapkan kasih sayang Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada dirinya. Tidak ada kasih sayang yang cukup mulia dan tinggi kedudukannya melainkan kasih sayang Allah SWT kepada para hamba-hamba-Nya yang terpilih.
Setiap sesuatu kebaikan yang dikehendaki oleh Allah SWT ada tanda-tandanya . Dan ada tiga tanda bila seorang hamba di kasihi dan disayang oleh Allah SWT di dunia ini.
Tanda-tanda hamba yang dicintai Allah adalah sebagai berikut :
Pertama : Allah SWT memberikan balasan di dunia supaya di akhirat nanti akan terlepas balasan dariNya.
Kedua : Allah SWT membukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh.
Ketiga : Allah SWT akan memberi kefahaman terhadap agama Islam dan mampu menghayatinya sebagai salah satu cara hidup yang benar dan sempurna.
Uraiannya :
Pertama : Allah SWT memberikan balasan di dunia supaya di akhirat nanti akan terlepas balasan dariNya.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : "Apabila Allah menginginkan kebaikan terhadap seseorang hambaNya, Ia terus mempercepat balasan kesalahannya di dunia ini, dan sebaliknya apabila Allah menginginkan keburukan terhadap seseorang hambaNya, Ia tidak membalaskan perbuatannya yang berdosa di dunia sehingga Ia membalaskannya nanti pada hari kiamat." (Hadis Riwayat Tabrani )
Sebagian dari tanda sayangnya Allah kepada hambaNya ialah Ia mempercepat balasanNya langsung di dunia, agar manusia itu insaf dan dapat memperbaiki kesalahannya serta kembali ke jalan yang benar. Sebaliknya bagi orang yang dibenci oleh Allah, akan dibiarkan mereka bergelumang dengan dosa dan maksiat dan mereka terus lalai dan lupa di dunia ini.
Setiap mukmin sepatutnya menerima segala kesusahan yang berlaku di dunia ini dengan ridha yang mungkin saja itu sebagai hukuman yang diturunkan Allah kerana kesalahan dirinya, atau mungkin sebagai satu dari tanda kesayangan Allah. Adalah lebih baik jika kita menerima hukuman atas kesalahan kita di dunia ini, agar kita sadar dari kesalahan dan berkesempatan untuk bertaubat kerana balasan di akhirat adalah lebih dahsyat serta tidak ada ruang lagi untuk bertaubat.
Dalam surah Al-A’raf ayat 168 pula Allah berfirman yang artinya: “Dan, Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”
Melihat firman Allah di atas, jelas bahawa berbagai penyakit yang menimpa umat Islam itu adalah sebahagian daripada cobaan ataupun ujian Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Sesungguhnya cobaan dan ujian itu adalah sunnatullah yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan hikmah-Nya, di mana di dalamnya terkandung kebaikan dan rahmat bagi hamba-Nya. Harus kita ingat bahawa Allah memberikan hidayah dan taufik kepada setiap hamba-Nya dengan jalan yang berbeda-beda. Salah satunya dengan mendatangkan musibah sakit kepada hamba-Nya.
Oleh itu bersabarlah dan jauhkanlah dari sipat mengeluh dan berdukacita bila Allah SWT timpakan kesusahan dan kepayahan di dunia ini kepada kita.
Kedua : Allah SWT membukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang teguh.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya :"Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, niscaya Ia bukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang teguh, Ia jadikan hati hambaNya selalu waspada terhadap liku-liku kehidupan yang dijalaninya, ia jadikan hatinya bersih dan lidahnya berkata benar dan perangainya lurus, dan Ia jadikan telinganya mendengar dan matanya melihat yang baik-baik saja." (Hadis Riwayat Abu As Sheikh dari Abu Zarr)
Apabila Allah cinta terhadap hambaNya Ia akan membuka hatinya menjadikan ia cinta kepada Allah, kemudian ia akan mempunyai keyakinan yang teguh. Dengan itu ia akan berhati-hati dalam hidupnya agar tidak terjebak dalam dosa dan terhindar dari penyakit hati seperti hasad, takabbur, ria, ujub, dendam, marah dan sebagainya. Kemudian ia akan berkata yang baik-baik saja. Selanjutnya ia akan mempunyai mata yang dapat melihat dan memahami keagungan Allah; telinga yang cintakan nasihat yang baik-baik.
Ketiga : Allah SWT akan memberi pemahaman terhadap agama Islam dan mampu pula menghayatinya sebagai salah satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, pasti Allah menganugerahinya pemahaman dalam agama.” (Hadis Riwayat Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Beirut, 1987, jil. 1, hlm. 39, no. hadis : 71.)
Apabila Allah SWT hendak memberikan kebaikan kepada seorang hamba-Nya dan menyayanginya maka Dia akan memberi pemahaman untuk memahami agama Islam dan mampu pula dihayati agama Islam itu di dalam kehidupannya. Agama Islam bukan agama teori semata-mata tetapi ia adalah agama untuk diamalkan dan dihayati dalam kehidupan.
Orang mukmin yang diberikan kefahaman agama tidak akan mungkin menggadaikan akidah semata-mata untuk mendapat kehidupan dunia, ia tidak akan mencintai dunia hingga melupakan kehidupan hari akhirat. Dia akan sentiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya.
Firman Allah SWT yang yang artinya : "Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu dan Aku telah ridhakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. (Surah Al-Maidah ayat 3)
Sahabat yang dikasihi dan disyang Allah
Marilah sama-sama kita bermuhasabah diri kita sendiri. Jika ketiga tanda-tanda di atas ada pada diri kita, itu bermakna Allah SWT sedang menyayangi kita, tetapi jika tidak ada, kita harus khawatir bahwa Allah sedang murka pada kita. Oleh karena itu bertaubatlah dan terus berdoa semoga kita di pelihara oleh-Nya dan di sayangi-Nya dan kita terpelihara dari kerusakan dan kebinasaan. Dan semoga Allah SWT senantiasa bersedia menerima taubat hamba-hamba yang menginginkan kembali kepada jalan yang diridhaiNya.
Semoga bermanfaat
~~ Abu Basyer ~~
Comments
Post a Comment