19 Bahaya dan Akibat Maksiat

Sponsored Links:
Sponsored Links:

Saudaraku, barangkali kita pernah merasakan betapa kuatnya hafalan kita disaat belajar atau menghafal sesuatu?! Atau pernah mencapai suatu masa dimana kita sangatlah semangat hadir di majlis ilmu?! Azam untuk beribadah yg memuncak?! Tapi kini yang dirasakan malah justru jauh berbeda rasanya??! Sulit menghafal? Kehilangan ide yang cemerlang? Tidak betah lagi hadir di majlis kajian ilmu? Atau bahkan semangat untuk beribadah itu kian redup?!! Jika itu yang sudah kita rasakan, maka kita harus waspada. Bisa jadi itu akibat maksiat yang menggerogoti iman kita dalam hati. Sehingga dampak dari dosa itu pun menyebabkan pantulan cahaya iman meredup.


kartun anti maksiat akibat maksiat

 

Maksiat itulah yang disebut oleh para ulama sebagai salah satu penyakit hati, yang akibatnya bagi seseorang yang akrab dengan maksiat itu bisa merabunkan cahaya imam dalam hati.  Dan yang perlu kita pahami, bahwa maksiat itu bisa jadi dalam hal tarkul waajib (meninggalkan sebuah kewajiban) atau fi'lul munkaraat (mengerjakan sebuah kemungkaran).


Berikut ini sebuah goresan indah yang ditulis oleh sosok ulama nan agung, yang namanya kerap mengisi hati para penitu jalan taubat kepada Allah, yaitu Ibnul Qayyim Rahimahullah.



Beliau merangkum sedikitnya ada 19 dampak buruk akibat maksiat. Diantara akibat berbuat maksiat itu adalah :



  1.  Sedikitnya Taufiq (bimbingan) dari Allah.

  2. Ide yang tak lagi cemerlang.

  3. Kebenaran yang tak lagi dirasa.

  4. Rusaknya hati.

  5. Malas untuk berdzikir pada Allah Ta'ala.

  6. Banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia.

  7. Banyak kehilangan sahabat.

  8. Merasa asing dikala beribadah.

  9. Doa yang tak kunjung mustajab.

  10. Hati yang mengeras.

  11. Hilangnya keberkahan usia dan rejeki.

  12. Sulit mendapatkan ilmu.

  13. Merasakan kehinaan.

  14. Dianggap kerdil oleh musuh.

  15. Sulit untuk bersikap lapang dada.

  16. Diuji dengan banyaknya teman yang buruk yang kerap menghabiskan waktu bersamanya dalam mensia-siakan waktu dan membuat hati makin keras.

  17. Rasa gundah dan resah yang tak kunjung reda.

  18. Penghasilan hidup yang sulit.

  19. Mudah pikun dan sering lupa, hal ini disebabkan karena jauh dari pada berdzikir pada Allah dan ta'at pada-Nya. Sebagaimana layaknya kebun yang jauh dari air, ia pun mudah rusak dan terbakar.


Saudaraku, itulah hal-hal yang terlahir dikala kita jatuh dalam jurang kemaksiatan, bergelimang dalam dosa. Karena pilihan bagi kita adalah hanya 2 ; sibuk dengan amal kebajikan atau lebur dengan maksiat.


 اللهم إِنَا نَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ وَحُبَّ المَسَاكِيــن


Ya Allah, kami meminta kepada-Mu amal kebaikan, dan meninggalkan kemungkaran serta cinta pada kaum miskin.


 اللَّهمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ الإِيْماَنَ وَزَيِّنْهُ فىِ قَلْبِى وَكَرِّهْ إِلَيَّ الكُفْرَ وَالفُسُوْقَ وَالعِصْياَنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الرَّاشِدِيْنَ


 Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah hati kami dengan iman, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka, serta masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.


 Oleh : Ustadz Abu Ikrimah

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh