Penyakit Hati
Lakukanlah ibadah dengan ikhlas karena Allah, jangan sampai kita melakukan ibadah karena ingin mendapat pujian dan sanjungan dari manusia, karena ibadah yang ingin mendapatkan pujian dari manusia akan menghapus segala pahala yang telah kita lakukan, dan semestinya kita mewaspadai atas bisikan Syetan yang senantiasa mempengaruhi pada setiap manusia agar berlaku sombong, riya dan angkuh, seperti sipat syetan yang sombong yang tidak taat pada Allah untuk bersujut kepada nabi Adam as. karena syetan juga bisa mempengaruhi manusia dengan cara lembut, sehingga banyak manusia yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya itu merupakan penyakit hati yang dibisikan oleh Syetan sebagai makhluk terkutuk.
Ia berinfaq, baik ketika ada orang maupun tak ada orang
Ia puasa sunnah, baik orang tahu ataupun tidak. Tapi di hatinya ada kecenderungan merasa senang, seandainya orang lain tahu ibadah-ibadah yang ia lakukan itu.
Itulah riya khaafii, riya yang samar. Yakni keinginan agar orang lain tahu betapa ia telah beramal sembunyi-sembunyi.
Selain riya adalah sum'ah.
Yaitu seseorang melakukan amal ibadah, kemudian mceritakan amalan itu kepada orang lain agar mendapatkan kebesaran diri. Seperti seseorang yang hendak tidur, ia digoda syetan agar tak wudhu dulu. Maka ia lawan. Ia ambil wudhu sebelum tidur
Lalu ia digoda syetan agar tak shalat sunnah, tetapi ia lawan bisikan syetan tersebut dan melakukan shalat sunnah
Lalu ia digoda syetan agar tak membaca doa, maka ia lawan dan ia berdoa dulu sebelum tidur. Lalu ia bangun jam 2.30 untuk shalat tahajjud,
Ia digoda syetan agar tak bangun.
Ia lawan dan ia bangun
Ia digoda syetan agar wudhu tak sempurna, ia lawan
Ia digoda syetan agar tahajjud tak khusyu'
Ia lawan. Lalu ia berdzikir menanti shubuh. Ia pun mendapatkan ketenangan karena telah berkali-kali mengalahkan bujukan syetan.
Pagi harinya ia ke kantor atau kampus, tadinya ia tak ingin cerita. Tapi syetan menelusup halus. Ia ceritakan betapa nikmat tadi malam saya tahajjud, hati ini terasa damai.. teduh.. Lalu muncullah bersamaan dengan cerita itu keinginan untuk mdapatkan kebesaran diri, maka itulah sum'ah. Hilanglah pahala tahajjudnya. Padahal ia telah melawan syetan berkali-kali sejak sebelum tidur, tapi ia kalah di garis finish. Demikianlah syetan menelusup halus bekerja dalam senyap.
Dan terakhir setelah sum'ah, adalah ujub
Yaitu seorang ahli ibadah, merasa bangga dengan ibadahnya. Seakan ia sudah dekat dengan Allah.
Padahal seseorang yang dekat dengan Allah justru selalu merasa bahwa dirinya masihlah kotor. Penuh kehinaan di hadapan Allah. Ibadahnya belumlah sempurna. Juga termasuk ujub yaitu seorang 'alim merasa bangga dengan ilmunya.
Padahal semakin berilmu semestinya semakin tawadhu', karena semakin banyak yang ia tahu, ia akan sadar bahewaa banyak sekali yang ia belum tahu. Ujub adalah penyakit hati. Ia bisa dikikis dengan menjaga keikhlashan.
Wallahu'alam.
~~~ anonim ~~~
Comments
Post a Comment