Berhati-hati Memilih Pasangan Hidup
Sebagai seorang yang ingin menikah, atau sebagai orangtua yang ingin menikahkan anaknya, kita harus berhati-hati memilih pasangan hidup kita atau anak-anak kita. "Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Hasan bin Ali, 'Saya mempunyai seorang putri. Siapakah yang patut menjadi suaminya menurut Anda?' Ia menjawab, 'Nikahkanlah dia dengan seorang laki-laki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika ia senang, ia akan menghormatinya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak suka berbuat zalim kepadanya." (Fiqhus Sunnah II, bab Nikah).
Hasan bin Ali r.a. menerangkan bahwa orang tua yang hendak menjodohkan putrinya perlu mengetahui lebih dahulu seluk-beluk laki-laki pilihannya.
Aisyah r.a. berkata, "Nikah berarti perbudakan. Oleh karena itu, hendaklah seseorang memperhatikan kepada siapa ia lepaskan anak perempuannya." (Fiqhus Sunnah II, bab Nikah).
Ucapan Aisyah menggambarkan bahwa setiap perempuan yang hendak bersuami atau walinya perlu mengetahui hal ihwal lelaki yang akan menjadi suaminya. Hal ini perlu dilakukan karena perempuan yang telah terikat dalam pernikahan akan menghadapi berbagai kendala yang membebani dirinya sebagai istri dan ibu rumah tangga.
Kedua hadis di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa sebelum mencari jodoh atau menjodohkan, seseorang harus terlebih dahulu mencari informasi tentang seluk-beluk orang yang akan menjadi pasangannya atau pasangan orang yang dijodohkannya. Informasi yang lengkap tentang calon pasangan sangat diperlukan, baik oleh orang yang hendak melakukan pernikahan maupun oleh walinya.
Informasi yang tidak lengkap, apalagi informasi yang salah, akan sangat merugikan mereka yang akan berrumah tangga. Hal ini akan dapat mengakibatkan bencana bagi kehidupan rumah tangga seseorang. Seorang perempuan yang tidak memperoleh gambaran seutuhnya tentang calon suaminya akan mengalami penderitaan hidup jika didapatinya sebagai suami ternyata laki-laki yang tidak baik perangainya.
Seorang istri yang terlanjur mendapatkan suami yang tidak baik akan menghadapi berbagai kesulitan. Bila tetap menjadi istrinya, ia tentu akan banyak berkorban menghadapi berbagai macam sikap dan perilaku suaminya yang tidak menyenangkan. Bahkan ketika ia menuntut perceraian dari suaminya, ia akan dipersulit sehingga permintaannya tidak terkabul.
Oleh karena itu, Aisyah mengingatkan bahwa seorang perempuan yang memasuki gerbang pernikahan ibarat seorang yang menjadi budak. Hal ini juga dimaksudkan sebagai peringatan bagi orang tua agar berhati-hati dalam memilihkan calon suami bagi putri-putrinya.
Begitu halnya dengan laki-laki yang sebelum menikahi seorang perempuan memperoleh informasi yang tidak benar tentang calon istrinya dan setelah menikah ternyata mendapatkan istri yang tidak baik. Hal ini tentu akan menyebabkan penderitaan dalam rumah tangga. Mungkin sekali istrinya berlaku serong atau suka melawan perintah suami atau tidak mau merawat anak-anaknya, bahkan tidak mau melayani suami dengan menyenangkan. Hal ini akan membuat suami hidup dalam ketegangan dan kepanikan. Ia tidak akan merasakan ketenangan dalam rumah tangganya, bahkan hidup berkeluarga dirasakan seperti siksaan.
Oleh karena itu, mencari informasi calon suami atau calon istri merupakan hal yang penting. Seseorang seharusnya tidak keliru mengambil langkah awal memilih jodohnya karena hal ini dapat membuat trauma berkepanjangan dalam hidupnya.
Informasi tentang calon suami atau istri harus teruji kebenarannya. Seseorang yang mencari tidak boleh tergesa-gesa mempercayai suatu informasi. Ia sebaiknya menampung lebih dahulu informasi yang datang dari berbagai pihak sambil menyelidiki dan menguji kebenarannya. Jika ternyata masih ragu akan kualitas calon suami atau calon istrinya, lebih baik ia menunda keputusan untuk menerimanya.
Akan tetapi, semua hal ini adalah dalam rangka usaha atau ikhtiar kita secara teori. Adapun praktiknya, kita terkadang menghadapi sebuah masalah yang sulit dipecahkan secara teori. Maka, selain teori, kita juga harus menggunakan iman dan takwa kita untuk memasrahkan diri kita kepada Allah, agar Dialah yang akan mengatur dengan sebaik-baik pengaturan.
Sumber: 15 Cara & Langkah Mendapatkan Jodoh, Drs. M. Thalib
Comments
Post a Comment