Sulit Khusyu Dalam Sholat
Sponsored Links:
Sponsored Links:
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?,
1, Karena belum mengenal Allah, kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af'al dan AsmaNya,
DIa yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada dilangit dan dibumi, semua dihidupkanNya " Al Muhyi" dab semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" dan kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIAlah yang mengatur semuanya "Ar Robbu", DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27).
DIa Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran dan lintasan pikiran kita dan Dia Maha mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut dan rintihan hati hambaNya, Lantas sadarkah kita bahwa "Dia adalah Maha segala-galanya" yang kita hadapi dalam shalat selama ini?, Bisakah hati dan pikiran kita lari saat sholat sementara Dia menatap hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara, padahal Dia terus menerus memperhatikan kita.
Bersambung
Sponsored Links:
Sahabatku, tidak dapat kita pungkiri bahwa diwaktu kita melaksanakan sholat, sering sekali kita tidak bisa khusyu,diwaktu mengerjakan sholat terkadang diwaktu kita mengingat sesuatu yang lupa, bisa teringat diwaktu melaksanakan sholat, yang jadi pertanyaan kenapa kita sulit khusyu dalam Sholat? apa karena kita terlalu banyak melakukan ma'syiat atau kah karena kita terlalu disibukan dengan dunia? wallahu 'alam, yang jelas itu adalah ada peran syetan yang senantiasa mengganggu pikiran manusia diwaktu mengerjakan perintah Allah.
Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?,
1, Karena belum mengenal Allah, kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af'al dan AsmaNya,
DIa yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada dilangit dan dibumi, semua dihidupkanNya " Al Muhyi" dab semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" dan kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIAlah yang mengatur semuanya "Ar Robbu", DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27).
DIa Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran dan lintasan pikiran kita dan Dia Maha mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut dan rintihan hati hambaNya, Lantas sadarkah kita bahwa "Dia adalah Maha segala-galanya" yang kita hadapi dalam shalat selama ini?, Bisakah hati dan pikiran kita lari saat sholat sementara Dia menatap hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara, padahal Dia terus menerus memperhatikan kita.
Bersambung
Comments
Post a Comment