Renungan Sebelum Mati

Sponsored Links:
Sponsored Links:
Sahabatku seiman, coba renungkanlah tulisan Syekh Ali Thanthawi ini, karena sesungguhnya kita sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, dan untuk hidup didunia ini tidaklah lama, hanyalah sekedar mampir saja, tetapi hidup yang sesungguhnya adalah diakhirat nanti, dan semoga nasehat renungan sebelum mati ini bisa bermanfaat, dan membuat kita tidak terlena dengan keindahan dunia yang fana ini.

Renungan sebelum mati


Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudahmulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.


Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, (kuburan).


Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....


Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.


Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.


Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!


Dan harus engkau ketahu bahwa kesedihan atasmu ada 3 poin:


1. Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
2. Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
3. Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!


Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru akan dimulai, yaitu di Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak-anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.


Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.


Usahakan dengan sungguh-sungguh;


Menjalankan kewajiban-kewajiban,hal-hal yang disunnahkan, bersedekah rahasia dengan tidak mengharap pujian dari orang lain, merahasiakan amal shalih, shalat malam,


Semoga saja kita selamat, dunia dan akhirat.


~~~ Syekh Ali Thanthawi ~~~

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh