Kisah Husen Ali Bin Abi Tholib.
Sahabatku, sebagai muslim yang cinta pada Rosul kita, yaitu Nabi Muhammad SAW. kita juga harus mengetahui tentang Kisah Husen Ali bin Abi Tholib. sebagai mana yang diketahui bahwa Husen merupakan cucu kesayangan nabi Muhammad SAW. Husen wafat akibat pertempuran yang tidak seimbang yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci akan keluarga keturunan Rosulullah SAW. semoga ini jadi menambah pengetahuan bagi umat islam.
Pada saat itu, 10 Oktober 680 M, cucu kesangan Nabi Muhammad saw, Husein bin Ali, bersama keluarganya dibantai oleh orang-orang yang tidak suka padanya. Umat Islam lebih mengingatnya dengan kalender Hijriah, yaitu pada 10 Muharam 61H.
Husein syahid dalam sebuah pertempuran yang tidak seimbang di Karbala, Irak. Pihak Husain terdiri dari anggota-anggota terhormat, keluarga dekat Nabi Muhammad beserta pengawal yang jumlahnya sekitar 128 orang. Di pihak lain, pasukan bersenjata Yazid I yang dipimpin oleh Umar bin Sa'ad berjumlah 4.000-10.000 orang.
Saat Husein menginjakkan kakinya di daerah Karbala, tibalah 4000 pasukan yang dikirim oleh Ubaidullah bin Ziyad atas perintah Penguasa Bani Umayyah, Yazid bin Mu’awiyah.
Ubaidullah adalah gubernur Kufah, cucu Abu Sufyan, dedengkot Quraisy yang keras memusuhi Nabi sebelum masuk Islam.
Pasukan Ubaidullah dipimpin oleh Umar bin Saad. Terjadilah peperangan yang sangat tidak imbang antara 73 orang di pihak Husein berhadapan dengan ribuan pasukan Irak. Iba melihat sejumlah cucu dan kerabat Nabi dalam masalah, 30 orang pasukan Irak yang dipimpin oleh al-Hurru bin Yazid at-Tamimi membelot dan bergabung membela Husein.
Peperangan yang tidak imbang itu menewaskan semua lelaki yang mendukung Husein, hingga tersisa Husein seorang diri. Orang-orang Kufah merasa takut dan segan untuk membunuhnya. Wajah Husein sangat mirip dengan kakeknya, Nabi Muhammad.
Namun, ada seorang laki-laki yang bernama Amr bin Dzi al-Jausyan yang menembakkan panah. Husein jatuh, dan pasukan Umar bin Sa’ad memberanikan diri mendekat serta mengeroyoknya.
Dalam sebuah riwayat Amr lalu maju memenggal kepala Husein. Ada juga yang menyebut Sinan bin Anas yang tega memisahkan kepala dari tubuh cucu Nabi itu. Mereka lalu membawa kepala tersebut ke Damaskus untuk diserahkan ke Yazid.
Ada sebuah riwayat dari Ummu Salamah bawa Jibril datang kepada Nabi saw. “Apakah engkau mencintai Husein wahai Muhammad?” Nabi menjawab, “Tentu.” Jibril melanjutkan, “Sesungguhnya umatmu akan membunuhnya.
Kalau engkau mau, akan aku tunjukkan tempat ia akan terbunuh.” Kemudian Nabi diperlihatkan tempat tersebut, sebuah tempat yang dinamakan Karbala. (HR. Ahmad).
Turut Syahid bersama Husein adalah sejumlah keluarga Nabi, yaitu:
- Lima anak Ali bin Abi Thalib: Abu Bakar, Muhammad, Utsman, Ja’far, dan Abbas.
- Dua anak Husein bin Ali (cicit Nabi): Ali al-Akbar dan Abdullah.
- Tiga anak Hasan bin Ali (Cicit Nabi): Abu Bakar, Abdullah, Qosim.
- Empat anak Aqil bin Abi Thalib (cucu keponakan Nabi): Ja’far, Abdullah, Abdurrahman, dan Abdullah bin Muslim bin Aqil.
- Dua anak dari Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib (cucu keponakan Nabi): ‘Aun dan Muhammad.
~~~Anonim~~~
Comments
Post a Comment