Jangan Marah !

Sponsored Links:
Sponsored Links:

kartun marah - jangan marah



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].


Hadits di atas merupakan sebuah bukti bahwa Rasulullah Muhammad menekankan bahwasannya menjaga diri dari marah itu sangatlah penting. Selama ini kita sering lupa. Di tempat kerja, ketika teaboy tidak membuat teh dengan baik, kurang gula sedikit saja, kita marah. Bawahan melakukan kesalahan sedikit, kita marah besar-besaran.


Marah sesungguhnya, jika kita mau menilik lebih dalam, adalah sebuah wujud kesombongan. Kenapa demikian? coba bayangkan jika ada seseorang yang lebih kuat daripada kita, jauh lebih kuat, apakah kita berani marah? biasanya kita akan diam saja, memendam amarah kita di dalam, lalu mengumpat di belakang. Artinya apa? artinya adalah bahwasannya sesungguhnya kita berani marah, karena kita merasa lebih tinggi dari orang lain. Padahal tidak, sama sekali.


Setiap manusia diciptakan sama di hadapan Allah, hanya ketakwaan yang membedakan. Maka sejauh mana kita mampu menahan amarah kita, itulah derajat kita di hadapan Allah. Mari kita renungkan ini baik-baik. Sesungguhnya, marah hanya akan membuat hati kita keras. Marah hanyak akan membuat kita semakin jauh dari surga, semakin jauh dari Allah.


Mari kita bersama-sama menahan amarah ini, karena sesungguhnya, marah itu tidak ada gunanya, tidak meninggikan kita, bahkan menurunkan derajat kita di hadapan Allah.


Oleh : Harbun G. Subekti

Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh