Hidup Tidak Ada Pilihan
Sponsored Links:
Sponsored Links:
Manusia telah diajari bertanggung jawab, bahkan sebelum ia menghirup oksigen di bumi. Allah sendir yang berbicara langsung dengan Bani Adam (keturunan Adam) dan mengambil kesaksian atau masing-masing makhluk ciptaan-Nya ini. Allah menuntut kita menjadi seorang yang bertanggung jawab, dengan menepati janji yang telah disepakati kedua belah pihak. Perlu saya ulangi, kita memang tidak menyadari ada momen dimana kita berjanji langsung dengan Allah bahwa kita siap berpetualang di planet biru ini. Tapi telah jelas tertulis didalam Al-Quran bahwa benar ada adegan ini dan kita wajib mengimaninya. Siap atau tidak, roller coaster akan segera meluncur. Hidup akan terus bergulir. Tak ada pilihan menjadi orang malas karena itu bukan ajaran Islam. Tak ada pilihan menjadi orang sombong, karena itu bukan ajaran Islam. Tak ada pilihan menjadi koruptor apalagi pembunuh, karena itu benar bukan ajaran Islam .
Yang ada hanyalah pilihan untuk bersikap selayaknya agama ini diturunkan dialam semesta ini, rahmatan lilalamin. Mengapa? Yah, ini konsekuensinya, kita harus menurut dengan Sang Empunya, menaati semua peraturan-Nya, dan tidak melanggar larangan-Nya. Sungguh tidak ada alasan lagi bagi seorang manusia untuk melakukan perbuatan yang “suka-suka” atau mereka memang sengaja mendeklarasikan diri sebagai orang yang tak tahu diri. Orang yang tak bisa menepati janji. Sudah diberi jatah hidup, malah dihabiskan untuk mengkhianat perjanjian di awal dengan pihak kedua, Sang Pencipta. Dari sini saya makin yakin dengan prinsip yang selama ini masih abu-abu bahwa hidup tidak ada pilihan, kecuali untuk kebaikan.
Bukan tempat untuk coba-coba hal negatif atau coba- coba bermaksiat. Karena hidup dengan kaki menginjak tanah hitam ini merupakan ujian menuju level selanjutnya, kehidupan yang kekal : akhirat. Jika kita masih bertahan sebagai salah satu penduduk bumi, itu artinya kita telah lolos kualifikasi dan dianggap mampu memakmurkan bumi oleh Allah.
Jangan pernah mengkhianati kepercayaan Allah ini dengan berlaku semena-mena baik terhadap diri sendiri, juga orang lain, maupun alam tempat tinggal kita. Jangan pernah mengecewakanNya. Karena hidup ini bukan main-main. Allah sendiri yang mengatakan dalam Al-Qur’an : Maka apakah kamu mengira,bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan
kepada Kami? ( QS. Al- Mu’minun : 115) Mugkin dari sini munculalasan lain, pemberontakan.
“Why so serious?” oleh kalangan yang tak kenal dosa. Semoga kita bukan termasuk orang-orang golongan tersebut, golongan yang tidak berpikir. Tidak visioner. Mereka bersenda gurau berlebihan, berleha-leha didunia, dan melakukan sesuatu semau mereka. Apa namanya jika mereka bukan disebut golongan yang tidak berpikir? Mereka hanya mendapat kesenangan semu, kepuasan dan tawa renyah sesaat. Tapi balasannya, mereka akan mendapat siksa yang pedih di akhirat nanti.
Mereka masih menganggap hidup memiliki banyak pilihan, yang bisa dimainkan seperti mengocok dadu di meja judi. Beruntung dan tersenyum haram. Ketidak sabaran menahan godaan untuk tetap di jalur yang benar harus ditebus dengan kehidupan yang kekal dengan kondisi sebaliknya dari yang ia lakukan selama di kehidupan fana. Jadi, tak bisakah kita bersabar sedikit lebih lama demi kehidupan kekal yang lebih indah, Kawan?. Wallahu'alam
~~~Anonim~~~
Sponsored Links:
Banyak orang mengatakan hidup adalah pilihan, sehingga tidak sedikit manusia hidup didunia ini seenaknya saja, mau berbuat apa saja tidak menjadi masalah, mau berbuat dosa atau berbuat baik, itu menurutnya urusan masing-masing, padahal sebenarnya kita sebagai manusia sebelum dilahirkan kedunia ini sudah ada perjanjian dengan Allah (yang menciptakan kita), jadi seharusnya setiap manusia berfikirnya Hidup tidak pilihan yang artinya, kita hidup didunia ini gak ada pilihan lain, selain harus mengikuti apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarangNya.
Manusia telah diajari bertanggung jawab, bahkan sebelum ia menghirup oksigen di bumi. Allah sendir yang berbicara langsung dengan Bani Adam (keturunan Adam) dan mengambil kesaksian atau masing-masing makhluk ciptaan-Nya ini. Allah menuntut kita menjadi seorang yang bertanggung jawab, dengan menepati janji yang telah disepakati kedua belah pihak. Perlu saya ulangi, kita memang tidak menyadari ada momen dimana kita berjanji langsung dengan Allah bahwa kita siap berpetualang di planet biru ini. Tapi telah jelas tertulis didalam Al-Quran bahwa benar ada adegan ini dan kita wajib mengimaninya. Siap atau tidak, roller coaster akan segera meluncur. Hidup akan terus bergulir. Tak ada pilihan menjadi orang malas karena itu bukan ajaran Islam. Tak ada pilihan menjadi orang sombong, karena itu bukan ajaran Islam. Tak ada pilihan menjadi koruptor apalagi pembunuh, karena itu benar bukan ajaran Islam .
Yang ada hanyalah pilihan untuk bersikap selayaknya agama ini diturunkan dialam semesta ini, rahmatan lilalamin. Mengapa? Yah, ini konsekuensinya, kita harus menurut dengan Sang Empunya, menaati semua peraturan-Nya, dan tidak melanggar larangan-Nya. Sungguh tidak ada alasan lagi bagi seorang manusia untuk melakukan perbuatan yang “suka-suka” atau mereka memang sengaja mendeklarasikan diri sebagai orang yang tak tahu diri. Orang yang tak bisa menepati janji. Sudah diberi jatah hidup, malah dihabiskan untuk mengkhianat perjanjian di awal dengan pihak kedua, Sang Pencipta. Dari sini saya makin yakin dengan prinsip yang selama ini masih abu-abu bahwa hidup tidak ada pilihan, kecuali untuk kebaikan.
Bukan tempat untuk coba-coba hal negatif atau coba- coba bermaksiat. Karena hidup dengan kaki menginjak tanah hitam ini merupakan ujian menuju level selanjutnya, kehidupan yang kekal : akhirat. Jika kita masih bertahan sebagai salah satu penduduk bumi, itu artinya kita telah lolos kualifikasi dan dianggap mampu memakmurkan bumi oleh Allah.
Jangan pernah mengkhianati kepercayaan Allah ini dengan berlaku semena-mena baik terhadap diri sendiri, juga orang lain, maupun alam tempat tinggal kita. Jangan pernah mengecewakanNya. Karena hidup ini bukan main-main. Allah sendiri yang mengatakan dalam Al-Qur’an : Maka apakah kamu mengira,bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan
kepada Kami? ( QS. Al- Mu’minun : 115) Mugkin dari sini munculalasan lain, pemberontakan.
“Why so serious?” oleh kalangan yang tak kenal dosa. Semoga kita bukan termasuk orang-orang golongan tersebut, golongan yang tidak berpikir. Tidak visioner. Mereka bersenda gurau berlebihan, berleha-leha didunia, dan melakukan sesuatu semau mereka. Apa namanya jika mereka bukan disebut golongan yang tidak berpikir? Mereka hanya mendapat kesenangan semu, kepuasan dan tawa renyah sesaat. Tapi balasannya, mereka akan mendapat siksa yang pedih di akhirat nanti.
Mereka masih menganggap hidup memiliki banyak pilihan, yang bisa dimainkan seperti mengocok dadu di meja judi. Beruntung dan tersenyum haram. Ketidak sabaran menahan godaan untuk tetap di jalur yang benar harus ditebus dengan kehidupan yang kekal dengan kondisi sebaliknya dari yang ia lakukan selama di kehidupan fana. Jadi, tak bisakah kita bersabar sedikit lebih lama demi kehidupan kekal yang lebih indah, Kawan?. Wallahu'alam
~~~Anonim~~~
Comments
Post a Comment