Titipkanlah Orang Yang Kita Cintai Pada Allah

Sponsored Links:
Sponsored Links:
Ketika Umar sedang berbincang dengan orang-orang, ada seorang lelaki yang menggendong anak dipundaknya.
“Apa yang dilakukan orang ini, kulihat seperti seekor gagak yang memangul gagak lain,”
Dia berkata pada Umar, “Wahai amirul mukminin, ibu anak ini melahirkannya ketika dia sudah meninggal,” kata lelaki itu.
”Kasihan sekali. Bagaimana kejadiannya?” Tanya Umar.

”Aku keluar untuk suatu ekspedisi ke suatu daerah dan meninggalkan istriku dalam keadaan hamil. Kukatakan kepadanya sebelum pergi, ‘Aku titipkan bayi yang di dalam perutmu kepada Allah.’ Ternyata ketika aku pulang, aku mendengar kabar istriku sudah wafat.


Suatu malam aku duduk bersama sepupuku di tanah pemakaman Baki’. Saat itu aku melihat ada cahaya dari arah pekuburan istriku. Aku heran dengan cahaya itu dan menanyakannya kepada sepupuku. Dia pun tidak tahu. Tapi katanya, setiap malam ia dan penduduk sekitar selalu melihat cahaya itu di kuburan istriku yang dimakamkan di sana. Aku mengambil cangkul dan pergi ke kuburan itu. Sesampainya disana, ternyata kuburan itu terbuka dan anak ini ada di pangkuan ibunya.

Aku mendekatinya, tiba-tiba ada suara yang  menyeruku, ‘Wahai orang yang menitipkan, ambillah titipanmu! Andai dulu kau titipkan ibunya kepada kami, pasti kau akan mendapatkannya.’ Lalu kuambil bayi itu dan kuburan itu mengatup kembali.”

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah, jika dititipi sesuatu Dia pasti menjaganya.” Ibnu Sunniy dan lainnya meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa akan bersafar, hendaklah mengucapkan kepada orang yang ditinggalkannya; aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipannya.”

Keajaiban yang disaksikan oleh musafir dalam cerita ini adalah sebuah berkah karena mengikuti sunnah.
Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh