Perbedaan Akhlaq dengan Budi Pekerti

Sponsored Links:
Sponsored Links:


Sering dalam kehidupan sehari-hari akhlaq diartikan dengan budi pekerti. Padahal sesungguhnya akhlaq jauh berbeda dengan budi pekerti.walaupun pengertiannya hampir sama namun makna dan pengertiannya jauh berbeda.


Ada pebedaan beberapa pokok antara akhlaq dengan budi pekerti, antara lain adalah:

Yang pertama :

Akhlak adalah ciptaan Allah dan ketetapan Allah yang dilandasi oleh ajaran-ajaran agama, yang bersipat permanent, tidak berubah-ubah untuk selamanya. sedangkan budi pekerti adalah ciptaan manusia, ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan manusia bersipat temporer, yang selalu berubah-ubah, disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.

Yang kedua :

Akhlak bersipat universal, menyeluruh, luwea dan bermanfaat, sedangkan budi pekerti bersipat lokal, hanya bisa digunakan pada situasi dan kondisi tertentu, contohnya kalau orang sunda ketemu sama orang sunda, apa yang diucapkan, " kumaha damang ?"  jawabnya " alhamdulillah sae ". Orang jawa ketemu orang jawa, apa yang mereka ucapkan, "Sugeng enjing ?" tapi coba itu ucapkan dihadapan orang batak, pasti ia terkejut, atau mungkin saja  marah, karena salah pengertian, jadi begitulah yang namanya budi pekerti, bersipat lokal. Sedangkan akhlaq mengajarkan kita sesama muslim bila bertemu  dengan mengucapkan salam: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dan dijawab dengan wa`alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

sejuk rasanya kita bertemu saling do`a mendo`akan, yang satu mendo`akan semoga engkau selamat, engkau diberikan rahmat, engkau diberikan berkah oleh Allah. Yang jawabpun demikian mendo`akannya,Alangkah indahnya ajaran akhlaq yang diajarkan Rosul kepada kita.

Yang ketiga :

Akhlak bersipat sungguh-sungguh, sedangkan budi pekerti bersipat basa basi, contohnya lihat kalau ada orang makan tiba-tiba ada temennya datang, terus orang itu nawarin secara budi pekerti, "Mari makan !", tetapi yang ditawarkan hanya ada satu piring yang sedang ia makan, jadi itulah budi pekerti yang sering diucapkan hanya untuk basa basi semata.

Yang keempat :

Akhlaq membawa Rahmatan Lil Alamin, sedangkan budi pekerti tidak. Kita hidup mempunyai dua tujuan, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek sasarannya duniawi, Bentuknya horizontal, sedangkan unsur penunjangnya ilmu, pendidikan, pengalaman atau karena nasib, makin tinggi pendidikan, makin mudah menggapai dunia, makin banyak pengalaman makin mudah menjangkau dunia. tujuan jangka pendek inilah yang dinamakan " Fiddunya Hasanah ",  apa targetnya? targetnya agar setiap pribadi muslim menjadi rahmatan lil alamin, rahmat bagi lingkungannya dan untuk seluruh alam.

Semoga bermanfaat

 

~~~~  Ibnu Hajar Baedlowie ~~~~
Sponsored Links:

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Memelihara Jenggot Menurut Imam Syafi'i

Arti Jomblo Fisabilillah

Abdullah Bin Zubair, Kisah Tentara Allah yang Tangguh