Jadilah Seorang Muslim Yang Mempunyai Mental Lebah
Sponsored Links:
Sponsored Links:
Bismillahirrahmanirrahim
Rosulullah Saw. mencontohkan agar setiap muslim itu kehidupannya mempunyai mental lebah (tawon). Lebah itu kalau kita renungi, maka ada 4 karakter yang dimilikinya, yaitu:
1. Lebah itu hanya menghisap sari pati bunga, lebah tidak pernah menghisap yang lain, artinya lebah selalu menghisap yang baik- baik saja, demikian pula seorang mu`min yang memiliki mental lebah, dia selalu memakan makanan yang halal, tidak dicampuri dengan makanan yang haram.
2. Yang dikeluarkan Lebah itu selau baik, yaitu ( madu ), yang memiliki manfaat untuk manusia, bahkan bisa dijadikan sebagai obat, begitupun seorang mu`min yang memiliki mental lebah, maka yang dikeluarkan dari mulutnya ada manfaatnya bagi orang lain, contoh, untuk berda`wah, menasehati orang lain, bukan sebaliknya hanya untuk menghujat atau mencaci maki orang, bahkan sampai memfitnah orang lain.
3. Lebah itu, kemanapun ia hinggap tidak pernah ada ranting yang patah, jadi lebah tidak pernah membuat kerusakan dan keonaran pada lingkungan, begitupun seorang mu`min yang memiliki mental lebah, dia tidak pernah membuat kekacawan atau kerusuhan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain.
4. Jangan sekali-kali mengusik lebah, karena sekali dia diusik, kemanapun kita lari pasti dikejarnya, bahkan sampai kita nyilempun, ditungguin sama itu lebah, begitutu pun seorang mu`min yang memiliki mental lebah, dia tidak pernah berbuat kerusuhan, tidak pernah usil sama orang lain, tapi jangan sekali-kali mengusik harga dirinya, karena sekali diusik maka dia akan menghadangnya, sampai titik darah penghabisan, tapi tentunya dalam hal ini yang terkait dengan masalah agama. Artinya seorang muslim itu jangan pernah mencari-cari musuh, tapi jangan pernah lari kalau ketemu dengan musuh, singkatnya musuh jangan dicari ketemu musuh jangan lari, itulah mentalitas muslim mental lebah.
Semoga bermanfaat
~~ Ibnu Hajar Baedlowie~~
Sponsored Links:
Bismillahirrahmanirrahim
Rosulullah Saw. mencontohkan agar setiap muslim itu kehidupannya mempunyai mental lebah (tawon). Lebah itu kalau kita renungi, maka ada 4 karakter yang dimilikinya, yaitu:
1. Lebah itu hanya menghisap sari pati bunga, lebah tidak pernah menghisap yang lain, artinya lebah selalu menghisap yang baik- baik saja, demikian pula seorang mu`min yang memiliki mental lebah, dia selalu memakan makanan yang halal, tidak dicampuri dengan makanan yang haram.
2. Yang dikeluarkan Lebah itu selau baik, yaitu ( madu ), yang memiliki manfaat untuk manusia, bahkan bisa dijadikan sebagai obat, begitupun seorang mu`min yang memiliki mental lebah, maka yang dikeluarkan dari mulutnya ada manfaatnya bagi orang lain, contoh, untuk berda`wah, menasehati orang lain, bukan sebaliknya hanya untuk menghujat atau mencaci maki orang, bahkan sampai memfitnah orang lain.
3. Lebah itu, kemanapun ia hinggap tidak pernah ada ranting yang patah, jadi lebah tidak pernah membuat kerusakan dan keonaran pada lingkungan, begitupun seorang mu`min yang memiliki mental lebah, dia tidak pernah membuat kekacawan atau kerusuhan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain.
4. Jangan sekali-kali mengusik lebah, karena sekali dia diusik, kemanapun kita lari pasti dikejarnya, bahkan sampai kita nyilempun, ditungguin sama itu lebah, begitutu pun seorang mu`min yang memiliki mental lebah, dia tidak pernah berbuat kerusuhan, tidak pernah usil sama orang lain, tapi jangan sekali-kali mengusik harga dirinya, karena sekali diusik maka dia akan menghadangnya, sampai titik darah penghabisan, tapi tentunya dalam hal ini yang terkait dengan masalah agama. Artinya seorang muslim itu jangan pernah mencari-cari musuh, tapi jangan pernah lari kalau ketemu dengan musuh, singkatnya musuh jangan dicari ketemu musuh jangan lari, itulah mentalitas muslim mental lebah.
Semoga bermanfaat
~~ Ibnu Hajar Baedlowie~~
Comments
Post a Comment